Bulan Puasa: Larang Pemudi-Pemudi Kita Dari Asmara Subuh

ASBUH.jpg

Ramadhan pada hakikatnya datang sebagai bulan ketaatan berimbal ampunan, bukan bulan untuk bermalas-malasan apalagi melakukan hal-hal yang sia-sia bahkan termasuk kedalam larangan.

Asbuh atau singkatan dari Asmara Subuh atau apapun namanya yang bermakna aktivitas setelah subuh diantara pemuda-pemudi, mereka berkeliling jalan-jalan baik itu berdua-duaan dengan non mahram atau berkelompok-kelompok, dan seterusnya.

Tentu aktivitas diatas hanya dengan hati nurani saja dapat dikatakan sesuatu yang tidak baik, karena dapat merusak nilai-nilai puasa.

Puasa yang dilazimkan padanya menahan lapar dan hawa nafsu, justru lewat Asbuh ini hawa nafsu dibiarkan, dan yang lebih ironisnya lagi kegiatan ini dilakukan sesaat setelah waktu sahur, bahkan sebagian pemuda-pemudi kita berani melewatkan shalat subuh untuk mengejar kegiatan buruk ini.

Untuk itu, demi meminimalisir kegiatan seperti ini yang berasal dari pemuda-pemudi, dibutuhkan peran aktif kedua orangtua dan saudara sekeluarga, karena meraih surga dan menjauhi neraka pada hakikatnya bukan untuk pribadi masing-masing, namun juga bertanggung jawab terhadap keluarga, Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At Tahrim: 6)
Dan untuk pembaca kawula muda, ketahuilah bahwa pada asbuh ini terdapat banyak pelanggaran syariat didalamnya, diantaranya:

1. Memandang non mahram.
Padahal Allah Ta’ala memerintahkan untuk menundukkan pandangan:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, ’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’” (QS. An-Nur [24] : 30).

2. Bercampur-baur antar lawan jenis atau yang disebut dengan ikhtilath.

3. Atau yang lebih parahnya lagi, berdua-duaan dengan non mahram.
Rasulullah Shalallahu’Alaihi Wa Sallam bersabda:

لا يخلون أحدكم بامرأة فإن الشيطان ثالثهما

Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang wanita karena sesungguhnya syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.” (HR. Ahmad 1/18)

Terakhir, kamu sepakat bukan bahwa perkara-perkara diatas merupakan dosa, bahkan jika ia dilakukan pada bulan-bulan lainnya, namun mengapa engkau sanggup melakukannya dibulan suci ini?

Mari, selagi ramadhan masih menyisakan banyak hari, kembalilah kepada-Nya dengan hati nurani yang berharap ampunan. Duduk dekatlah dengan orang-orang soleh, sehingga engkau tidak mudah untuk terbawa arus kepada hal-hal yang negatif.

Penulias : Muhammad Hadrami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: