Bunga Piutang Diharamkan, Walaupun Bersifat Fluktuatif (Tidak Tetap Kadarnya)

taubat-9.jpg

Pertanyaan :

Pada liburan musim panas yang lalu, ketika aku berkunjung ke salah seorang kerabatku di Amerika, terjadi diskusi antara saya dengan beberapa orang muslim asli warga Negara Amerika dan juga imigran di sana. Tema diskusi kala itu seputar masalah riba, berbagai transaksi perbankan di sana dan bunga bank apakah termasuk riba atau bukan ? Riba adalah haram, ini merupakan kesepakatan antara kami semua, akan tetapi perbedaan yang terjadi antara kami adalah bunga bank yang bersifat fluktuatif (tidak tetap) tiap minggu, atau bulan, atau tahun, yang diberikan oleh perbankan di sana, sebagai hasil dari investasi pada seluruh proyek yang dijalankan oleh bank. Apakah bunga itu halal atau haram, atau boleh atau termasuk riba atau bukan ?


Jawaban :


Riba dengan kedua jenisnya : riba Nasi’ah dan riba al-Fadhl diharamkan. Hal ini berdasarkan dalil-dalil dari al-Qur’an, As-Sunnah dan Ijma’ ulama, Allah ta’ala berfirman,

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً


Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda.” (Qs. Ali Imran : 130)

Allah juga berfirman,

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا


Dan Allah menghalalkan perniagaan dan mengharamkan riba. “ (Qs. al-Baqarah : 275)


Allah juga beriman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ . فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ


Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa Riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.


Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. (Qs. al-Baqarah : 278-279)


Dan telah tetap dalam hadis shahih, bahwa Nabi-shallallahu ‘alaihi wasallam- melaknati pemakan riba (rentenir), orang yang memberikan/membayar riba (nasabah), penulisnya (sekretarisnya), dan juga dua orang saksinya.” Dan beliau bersabda, “Mereka itu sama dalam hal dosa.”


Dan diriwayatkan dari sahabat Abu Sa’id al-Khudri-semoga Allah meridhainya- bahwa Nabi-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

 

لاَ تَبِيعُوا الذَّهَبَ بِالذَّهَبِ إِلاَّ مِثْلاً بِمِثْلٍ وَلاَ تُشِفُّوا بَعْضَهَا عَلَى بَعْضٍ وَلاَ تَبِيعُوا الْوَرِقَ بِالْوَرِقِ إِلاَّ مِثْلاً بِمِثْلٍ وَلاَ تُشِفُّوا بَعْضَهَا عَلَى بَعْضٍ وَلاَ تَبِيعُوا مِنْهَا غَائِبًا بِنَاجِزٍ


Janganlah engkau menjual/membarterkan emas dengan emas, melainkan sama-sama (beratnya) dan janganlah engkau lebihkan sebagian atas lainnya. Dan janganlah engkau membarterkan perak dengan perek malainkan sama-sama(beratnya), dan janganlah engkau lebihkan sebagian atas lainnya. Dan janganlah engkau menjual sebagian darinya dalam keadaan tidak ada di tempat berlangsungnya akad perniagaan dengan emas atau perak yang telah hadir di tempat berlangsungnya akan perniagaan.” (Muttafaq ‘Alaihi)


Dengan dalil-dalil ini dapat diketahui bahwa bunga yang diberikan kepada nasabah dengan prosentasi tertentu dari pokok tabungan/modal, baik tiap minggu, atau bulan, atau tahun, semuanya adalah riba yang diharamkan, dan dilarang dalam syariat. Hukum ini berlaku baik bunga bersifat fluktuatif (tidak tetap) atau bersifat tetap dan tidak berubah-ubah.” (Majmu’ Fataawaa al-Lajnah ad-Daimah, 13/395, fatwa no. 5225)


Amar Abdullah bin Syakir

 

 

 

 

 

150 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: