Cara Terbaik Menyambut Ramadhan

Cara-Terbaik-Menyambut-Ramadhan.jpg

Tanpa terasa sama sekali, rasanya baru kemarin bulan puasa, sekarang didepan kita sebulan lagi memasuki bulan puasa, waktu yang terlewat memang begitu terasa cepat, padahal sebelumnya kita memandang masa depan masih jauh sangat, namun begitulah kehidupan dunia ini begitu membuai, sampai pada titik dimana nafas diujung tarikan, disitulah semua terasa singkat untuk menempel amalan-amalan yang masih jauh dari kata cukup, dan ruh segera dihadapkan kepada kenyataan-kenyataan yang ada di hari kiamat, yang mana dulu sewaktu didunia hanya memandangnya dengan rasa aman dan tidak perlu dikhawatirkan.

Didepan kita, tak lama lagi, akan datang kesempatan untuk menghapus dosa dengan memperbanyak ibadah, sehingga setiap kita akhir-akhir ini sering mengucap doa:

اللهم بلغنا رمضان

“Ya Allah, sampaikanlah kami ke bulan ramadhan”.

Namun seringkali luput dari kesadaran kita, bahwa yang terpenting itu bukan dapat memasuki bulan puasa, namun apakah kita didalamnya diberikan taufik oleh Allah Ta’ala untuk dapat menghidupkan malam-malam bulan ampunan tersebut? dan terlebih lagi, apakah kita masih ada umur untuk dapat mencapai bulan ampunan itu? atau jangan-jangan kita tidak ada waktu lagi? namun disatu sisi sampai detik ini kita belum juga bersimpuh dihadapan-Nya bertaubat meminta ampunan dan rahmat?

Rasulullah Shalallahu’Alaihi Wa Sallam pernah bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَقَامَهُ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (متفق عليه)

Barang siapa berpuasa ramadhan dan mendirikan shalat (dimalamnya) atas dasar iman dan mengharap (ridha Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lewat”. (HR Muttafaq’Alaihi)

Namun taukah anda bahwa setiap ibadah yang anda lakukan bukan karena kemampuan anda, namun sejatinya berkat taufik dari Allah Ta’ala. Misalnya, banyak orang yang memiliki harta berlebih, namun hanya berapa yang dermawan dari mereka untuk menunaikan zakat dan rajin bersedekah? Banyak orang kuat jasmaninya, namun hanya sekedar melangkah kaki ke masjid yang didepan mata ia tidak kuat, begitu juga, bulan puasa memang bulan ampunan jika seseorang ikhlas dan rajin beribadah didalamnya, namun tidak semua orang yang dapat memanfaatkannya, banyak orang yang puasa hanya diisi dengan tidur dan bermain game, yang demikian itu semua karena Allah Ta’ala tidak audi melihat mereka beramal saleh, sehingga Allah Ta’ala berikan rasa nyaman kepada mereka untuk tidak merasa perlu beribadah, sebagaimana firman-Nya atas orang-orang munafik:

وَلَوْ أَرَادُوا الْخُرُوجَ لَأَعَدُّوا لَهُ عُدَّةً وَلَٰكِنْ كَرِهَ اللَّهُ انْبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيلَ اقْعُدُوا مَعَ الْقَاعِدِينَ

“Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka. dan dikatakan kepada mereka: “Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu”. (QS At Taubah: 46)

Terakhir, untuk mendapatkan jiwa dan raga yang siap menyambut bulan suci, maka bersihkanlah keduanya sedari sekarang, dengan memohon ampunan-Nya, berintrospeksi dan berlatih untuk membiasakan diri berpuasa dan shalat malam.

Semoga Allah Ta’ala memberikan kehormatan kepada kita semua untuk dapat kembali memasuki bulan suci, dan memberikan taufik-Nya agar dapat menjalankannya dengan sebaik-baiknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: