Zina yang keji itu terjadi bukan tanpa sebab, namun merupakan hasil akhir dari rentetan perkara-perkara haram yang saling sambung menyambung bak estafet hingga sampai ke kubangan dosa besar itu. Dimulai dari mata yang dibiarkan liar, kemudian hati yang berkhayal haram, disambung dengan obrolan dan pertemuan yang dijamu oleh syaithan, danContinue Reading

“Jika dahulu para orang tua sangat menjaga anak-anak perempuan mereka, namun jaman sekarang mereka juga harus menjaga anak laki-laki mereka agar tidak salah jalan.”   Di Al Qur’an terdapat banyak kisah tentang kaum-kaum terdahulu yang memberikan pada kita semua pelajaran tentang keharusan untuk tunduk kepada Allah Ta’ala Sang Penguasa Alam,Continue Reading

Diantara dua belas bulan dalam setahun, terdapat 4 bulan yang disebut sebagai bulan haram, 3 diantaranya berurutan, yaitu Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharram. Dan Rajab sebelum Sya’ban. Kita pasti bertanya-tanya mengapa keempat bulan tersebut dinamakan bulan haram, bukankah begitu? Jawabannya adalah karena pada keempat bulan tersebut haram hukumnya untukContinue Reading

Dengan masuknya bulan Muharram maka bergantilah tahun menjadi 1440 H, dan begitu juga dengan penanggalan Jawa, namun Muharram lebih disebut sebagai bulan Suro. Kaum Muslimin berbeda-beda dalam menyikapi pergantian tahun Umat Islam ini, sebagian memperingatinya dengan memanjatkan doa dan muhasabah diri, sebagian lainnya banyak juga yang memilih tidak menspesialkan pergantianContinue Reading

Bulan Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram,yaitu Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab. Adapun makna haram disini adalah yang suci dan dihormati, sehingga padanya kaum muslimin dilarang untuk memulai peperangan, menzalimi diri sendiri dengan berbuat dosa dan maksiat dan dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan kebaikan. Yang demikianContinue Reading

al-Muntasyir[1] meriwayatkan bahwasanya ia pernah bertanya kepada Ibnu Umar perihal (mengenakan) wewangian ketika ihram, maka ia (Ibnu Umar) menanggapinya dengan mengatakan : sungguh, aku mengenakan mewangian berupa qathiraan[2] lebih aku sukai daripada aku melakukan hal itu (yakni, mengenakan wewangian pada saat ihrom). Al-Muntasyir berkata, “lalu aku menyebutkan hal itu kepadaContinue Reading

Pada masa jahiliyah riba memiliki beberapa aplikatif : Bentuk pertama : Riba pinjaman. yakni yang direfleksikan dalam satu kaedah di masa jahiliyah : “Tangguhkanlah hutangku, aku akan menambahnya.” Misalnya seseorang memiliki hutang terhadap seseorang. Ketika tiba waktu pembayaran, orang yang berhutang itu tidak mampu melunasinya. Akhirnya ia berkata,” Tangguhkanlah hutangku,Continue Reading

Lebaran, baik itu Iedul Fitri maupun Iedul Adha, memiliki posisi yang agung di hati kaum muslimin, bukan hanya sebagai moment untuk beribadah, namun juga merupakan kesempatan untuk menghidupkan budaya saling kunjung-mengunjungi, berbagi dan bermaaf-maafan, yang kesemunya jika ditinjau dari kacamata syariat merupakan budaya yang baik. Bahkan sangat dianjurkan. Namun dalamContinue Reading

1. Tidak Menambah Ibadah Sebuah kerugian yang besar bilamana hari-hari terbaik dalam setahun  menyapa yang mana padanya pahala dilipatgandakan dan dosa di hapuskan kemudian seorang muslim tidak memanfaatkannya dengan maksimal apalagi sampai sama sekali tidak menghiraukannya, sehigga baginya tidak ada bedanya. Padahal keutamaan beribadah di bulan Dzulhijjah ini begitu luarbiasa,Continue Reading

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa orang yang terlilit hutang seringkali kedapatan gali lubang tutup lubang, yakni berhutang ditempat lain untuk membayar hutang sebelumnya, atau bahkan, hutang baru yang didapat itu hanya cukup untuk membayar bunga, bukan pokok dari hutang sebelumnya, dan begitu seterusnya. Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan berhutang,Continue Reading

Siapa yang tidak mencari kelapangan dalam hidup ini, semua orang mendambakannya, namun tiap-tiap orang berbeda persepsi mengenainya, ada orang yang memandang hidup lapang itu adalah hidup yang berkelebihan, yakni mampu mendapatkan apa yang diinginkan. Namun tidak bagi para hamba Allah yang solihin, bagi mereka hidup yang lapang bukan berarti demikian,Continue Reading

Dalam Kitab suci-Nya Al-Qur’an, Allah tidak pernah memaklumkan perang kepada seseorang kecuali kepada pemakan riba. Allah berfirman, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (278) فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ {البقرة/278، 279} “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah danContinue Reading