Cek HP Putri Anda Wahai Orangtua: Zina Mata dan Hati yang Tak Terhindari

gdng-2.jpg

Dunia dan seisinya serasa di genggaman saat ini melalui Handphone, yang berarti ia menjadi pisau bermata dua, pertama positifnya seseorang dapat mengenal dan menaklukkan dunia hanya melalui telepon genggam, dan yang kedua ia juga berpotensi terpapar sisi negatif sehingga tertelan dengan semua keburukan yang dapat di lihat dari layar HP.
Bagaimana bisa? Ya, mengapa bisa-bisanya seorang wanita bercadar terpelajar yang disebut santriwati dapat mengidolakan laki-laki Boyband Korea? Bagaimana bisa seorang wanita bercadar yang harusnya melindungi diri dengan cadarnya dari gangguan orang asing malah dengan sadar menyebar gambar-gambar selfienya ke khalayak ramai? Dan bagaimana bisa seorang muslimah yang jika dilihat dari luar sangat tertutup namun ternyata memiliki hubungan haram dengan orang asing? Apalagi jika bukan karena HP!
Orangtua mungkin dapat melarang anak-anak perempuannya untuk tidak sembarang keluar rumah, dan tidak sembarang berteman, tapi apakah orangtua dapat melawan kemanjaan putrinya yang meminta gadget-gadget mahal itu? Yang kemudian mungkin anak tersebut berada di rumah saja, tapi aktivitasnya di HP kelewat batas?
Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS At Tahrim: 6)

Dan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

عن ابن عمرعن النبى – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – انه قَالَ – أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رعيته وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ ألا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Artinya : “Dari Ibn umar R.A dari Nabi Shalallahu’Alaihi Wa Sallam sesungguhnya bersabda : Sesungguhnya Rasulullah Shalallahu’Alaihi Wa Sallam bersabda :
“Setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara adalah pemimpion atas rakyatnya dan akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin atas anggota keluarganya dan akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang isteri adalah pemimpin atas rumah tangga dan anak-anaknya dan akan ditanya perihal tanggung jawabnya. Seorang pembantu/pekerja rumah tangga adalah bertugas memelihara barang milik majikannya dan akan ditanya atas pertanggungjawabannya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya (diminta pertanggungan jawab) darihal hal yang dipimpinnya”.
(HR.Muslim)

Maka renungkanlah, Bapak dan Ibu, anak adalah amanah, terutama anak perempuan, Nabi menyebutkan bahwa seseorang dapat dimudahkan untuk masuk ke surga jika ia dapat mendidik anak perempuannya dengan baik.
Anak-anak perempuan kita merupakan target para musuh agama untuk di rusak, meski mereka tidak mampu untuk menanggalkan hijab dari muslimah, namun mereka tidak putus asa untuk membuat muslimah bergaya hidup dengan gaya hidup mereka yang tidak lagi peduli dengan perintah dan larangan Agama, apa itu yang terutama? Adalah menundukkan pandangan, mengapa? Karena dosa terkeji yaitu zina dimulai dari pandangan, dan meskipun tidak sampai ke titik tersebut, pandangan haram berpotensi menarik pelakunya ke Zina Mata dan Hati.
Nabi shalallahu alaihi wa Sallam:

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَا، مُدْرِكٌ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ، فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الِاسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلَامُ، وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

”Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas diri anak keturunan Adam bagiannya dari zina. Dia pasti akan tertimpa olehnya tanpa bisa dihindari. Mata bisa berzina, dan zinanya adalah pandangan (yang diharamkan). Zina kedua telinga adalah mendengar (yang diharamkan). Lidah (lisan) bisa berzina, dan zinanya adalah perkataan (yang diharamkan). Tangan bisa berzina, dan zinanya adalah memegang (yang diharamkan). Kaki bisa berzina, dan zinanya adalah ayunan langkah (ke tempat yang haram). Hati itu bisa berkeinginan dan berangan-angan. Sedangkan kemaluan membenarkan yang demikian itu atau mendustakannya.” (HR. Bukhari no. 6243 dan Muslim no. 2657. Lafadz hadits di atas milik Muslim).

Maka hendaklah orangtua dapat terus memperhatikan putra-putrinya, meskipun dianggap mereka sudah akil baligh, karena justru pada fase itulah mereka dapat menjadi rusak serusak-rusaknya jika tidak mendapatkan perhatian dan didikan yang baik dari orangtuanya.

Semoga Allah Ta’ala menjaga segenap kaum muslimin dan muslimah.

Ustadz : Hadromi Lc 

138 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: