Demikian Inilah yang Aku Lihat

apun.jpg

Dari Abdullah bin Umar, bahwasanya dia pernah melihat seorang lelaki menggerakan batu kecil dengan menggunakan tangannya sementara ia tengah melaksanakan shalat. Maka, setelah lelaki tersebut meninggalkan (tempat shalatnya) berkatalah Abdullah kepadanya, “jangan engkau menggerak-gerakkan (memain-mainkan) batu kerikil sementara engkau tengah mengerjakan shalat, karena sesungguhnya hal tersebut dari setan; akan tetapi hendaknya engkau berbuat seperti halnya Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- berbuat (ketika shalat). (Perowi) berkata, maka Abdullah bin Umar meletakkan tangan kanannya di atas pahanya, dan mengisyaratkan dengan jari telunjuknya ke arah kiblat, dan mengarahkan pandangannya ke jari telunjuk tersebut. kemudian, ia berkata : demikian inilah yang aku lihat apa yang diperbuat Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam

(HR. Ibnu Khuzaemah. Diriwayatkan pula oleh imam Muslim-dengan ringkas-, 5/83, hadis no. 1311)

Ihtisab di dalam Hadis

Dalam hadis ini terdapat banyak faedah dan pelajaran yang dapat dipetik yang terkait dengan masalah amar ma’ruf nahi munkar, di antaranya yang terangkum dalam  poin berikut ini :

Pertama, berihtisab, amar ma’ruf nahi munkar terhadap orang yang bermain-main di dalam shalatnya dengan menggerakkan batu kerikil atau yang semisalnya.

Kedua, seorang muhtasib hendaknya berupaya melakukan hal yang dapat mendorong kekhusyu’an ketika shalat.

Penjelasan :

Berihtisab, amar ma’ruf nahi munkar terhadap orang yang bermain-main di dalam shalatnya dengan menggerakkan batu kerikil atau yang semisalnya.

Sesungguhnya tindakan bermain-main kala menunaikan shalat akan menafikan kekhusyu’an dan ketenangan dalam shalat. Baik tindakan bermain-main tersebut dengan menggerakan batu kerikil atau bentuk yang lainnya. Oleh karena itu, seorang muhtasib hendaknya mengingkari orang yang dilihatnya bermain-main dalam shalatnya dengan menggerak-gerakkan batu kerikil atau yang semisalnya, dan hendaknya pula seorang muhtasib mengajarkan kepada orang tersebut tentang sunnah, petunjuk-petunjuk Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam-, semisal meletakkan kedua tangan (pada kedua paha saat duduk tasyahhud, dan lainnya), seperti yang dilakukan oleh Abdullah bin Umar-semoga Allah meridhai keduanya- terhadap lelaki tersebut, di mana Abdullah mengingkari tindakan lelaki tersebut (yang memain-mainkan batu kerikil saat shalat) dan beliau juga mengajarkan kepadanya tata cara yang benar dalam hal meletakkan tangannya (saat duduk tasyahhud), demikian pula dalam hal mengarahkan pandangan matanya kala itu.

Seorang muhtasib hendaknya berupaya melakukan hal yang dapat mendorong kekhusyu’an ketika shalat

Seorang muhtasib hendaknya melaksanakan shalatnya dengan khusyu’ dan menjauhkan diri dari segala hal yang akan mengurangi kekhusyu’an tersebut berupa tindakan-tindakan seperti menggerak-gerakkan batu kerikil dan yang semisalnya… dan hendaklah ia menjadi sosok teladan untuk yang lainnya dari kalangan orang-orang yang melaksanakan shalat dalam hal kekhusyu’an dan ketenangan. Sesungguhnya bila mana hati itu khusyu’ niscaya akan khusyu’ pula anggota badannya.

Wallahu a’lam

Sumber :

al-Ihtisab Fii Shahih Ibni Khuzaemah”, karya : Abdul Wahab bin Muhammad bin Fayi’ ‘Usairiy, hal. 90

Penulis : Amar Abdullah bin Syakir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: