Dengan Siapa Kamu Berteman ?

dasbor-3.jpg

Memilih teman termasuk masalah yang banyak mempengaruhi kehidupan rumah tangga baik negatif maupun positif. Secara tabiat manusia adalah makhluk sosial, mereka tak akan merasakan kenyamanan hidup tanpa adanya teman, tetangga, dan kerabat.

Sangat penting bagi suami istri untuk memilih teman-teman yang baik bagi keduanya maupun anak-anaknya. Teman-teman itu akan menolong mereka untuk taat kepada Allah, interaksi bersama masyarakat, dan aspek-aspek kehidupan lainnya secara positif. Supaya dengan itu semua kehidupan keluarga menjadi baik dan istiqamah di jalan Allah, serta kehidupan yang tenang dan stabil. Allah ta’ala berfirman,

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. (Qs. az-Zukhruf : 67)

Ayat ini menjelaskan pentingnya teman-teman yang shaleh, pertemanan mereka tidak putus dengan kematian, sedangkan teman buruk berubah pertemanan mereka menjadi permusuhan pada hari Kiamat.

Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

Seseorang akan sesuai dengan agama teman dekatnya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat kepada siapa ia berteman.” (Shahih at-Tirmidzi)

Seruan dalam hadis ini bukan hanya ditujukan kepada laki-laki, namun juga perempuan.

Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

لاَ تُصَاحِبْ إِلاَّ مُؤْمِنًا وَلاَ يَأْكُلْ طَعَامَكَ إِلاَّ تَقِىٌّ

Jangan berteman kecuali dengan seorang mukmin, dan jangan ada yang memakan makananmu kecuali orang yang bertakwa.” (Shahih at-Tirmidzi)

Hadis ini menjelaskan bahwa memilih teman termasuk kewajiban agama. Seorang muslim tidak boleh memilih teman yang jauh dari rambu-rambu syariat.

Termasuk perkara yang sangat penting untuk diperhatikan adalah teman-teman dunia maya di media social maupun alat elektronik lainnya. Ada kalanya mereka lebih banyak merusak daripada memperbaiki. Terkadang mereka menjerumuskan sebagian laki-laki, perempuan, pemuda, pemudi ke dalam dekadensi moral dan rusak nya agama, tanpa sepengetahuan keluarganya. Realita menjadi saksi nyata untuk itu.

Kita mohon keselamatan kepada Allah dari hal itu, dan kita berlindung kepada-Nya dari berteman dengan teman-teman yang buruk.

Wallahu A’lam

Sumber :

Dinukil dari “ Tis’un Wa Tis’una Fikrah li Hayah Zaujiyah Sa’idah”, karya : Dr. Musyabbab bin Fahd al-Ashimi (ei, hal. 174)

Amar Abdullah bin Syakir

156 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: