Di Rumah Saja Selama Pandemi Covid-19

Maksimalkan Pendidikan Shalat Anak dan Istri

Himbauan pemerintah kepada para pekerja yang mayoritas kaum lelaki untuk bekerja dari rumah setidaknya memiliki satu sisi positif, yaitu seorang bapak kini memiliki waktu lebih banyak yang bisa dia habis dengan keluarga, apalagi tentang pendidikan rohani seperti  shalat dan mengaji yang selama ini dia serahkan ke sekolah.

Biasanya bapak-bapak harus berangkat kerja terlalu pagi, atau pulang terlalu malam, sehingga dia pergi saat anak masih tidur, atau pulang saat mereka telah terlelap.

Meski shalat dan mengaji diajarkan di sekolah, bukan berarti kewajiban itu sudah selesai, justru kewajiban utama ada di pundak seorang bapak dan suami.

Allah Ta’ala berfirman:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS Taha:132)

 

Ya, bersabarlah! Mendapati anak-anak yang malas di bangunkan, tapi jangan sekali-kali berhenti!

Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam memberikan arahan:

مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ

Perintahkanlah anak-anak kalian untuk melaksanakan shalat apabila sudah mencapai umur tujuh tahun, dan apabila sudah mencapai umur sepuluh tahun maka pukullah dia apabila tidak melaksanakannya, dan pisahkanlah mereka dalam tempat tidurnya.(HR Abu Dawud)

 

Untuk itu, bersabarlah dengan cara yang halus selama 3 tahun itu, karena itulah masa yang paling krusial, jika dimaksimalkan maka akan berhasil, dan setelahnya si anak tidak akan perlu disuruh lagi untuk shalat, karena kesadarannya sudah timbul, dan tidak perlu sampai dipukul. Karena anak yang perlu dipukul terlebih dahulu agar menurut, itu berarti kesalahan ada di sang bapak yang tidak optimal memaksimalkan masa 3 tahun sebelumnya.

 

Teruslah bersabar, karena shalat dan mengaji adalah bekal rohani si anak yang mana akan sangat berpengaruh ke kehidupan nyatanya kelak. Jangan biarkan mereka tidak melaksanakan kewajiban mereka ini, karena jika mereka sudah terbiasa meninggalkan kewajiban, maka kelak mereka akan mudah melakukan pelanggaran.

Allah Ta’ala berfirman:

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan”. (QS Maryam:59)

 

Jadi, mendidik anak agar sukses kelak adalah dengan sukses mendidik mereka untuk shalat sejak dini. Karena kelak shalatlah yang akan menjaganya dari pergaulan yang rusak, kemalasan, keserakahan dsbg.

Allah Ta’ala berfirman:

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS Al Ankabut:45)

 

Semoga Allah Ta’ala memberikan kita taufik dan segera mengangkat wabah ini dari kaum muslimin dimanapun.

 

Muhammad Hadrami

Alumni Fakultas Syariah LIPIA JAKARTA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *