Doamu Tidak Kunjung Terkabul? Bisa Jadi Karena Mengkonsumsi yang Haram

Berdoa adalah ibadah, yang dengannya seorang hamba meminta kepada Allah Ta’ala, dan bahkan Allah Ta’ala yang memerintahkan agar seorang hamba meminta setiap hajatnya meski itu hanya masalah garam dapur, mengapa? karena ketika seorang hamba berdoa dan meminta, itu tandanya dia masih merasa butuh dan tunduk kepada Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS Al Mukmin: 60)

Lihat, Allah Ta’ala sifati mereka yang enggan berdoa dengan sifat sombong dan di ancam dihukum di neraka, mengapa? karena itu menunjukkan mereka merasa mampu untuk melakukan apa yang mereka mau tanpa pertolongan Allah Ta’ala, merasa bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan karena merasa kaya raya dan sebagainya.

Tapi, cobalah merenung ketika dirimu sudah terpuruk di dalam masalah, sudah berdoa dan bersimpuh. Namun jawaban dan bantuan dari Allah Ta’ala tak kunjung datang juga, itu bisa jadi karena terhalang harta haram yang dimakan! bisa jadi karena riba, merokok (dalam pandangan rokok haram hukumnya), tidak amanah mengelola uang orang lain, dan sebagainya.

Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
إنَّ اللهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إلاَّ طَيِّبًا، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ. فَقَالَ تَعَالَى: “يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنْ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا وَقَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ. ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إلَى السَّمَاءِ: يَا رَبِّ، يَا رَبِّ، وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ، وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ، وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ، وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ، فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ؟. رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu, ia berkata :
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda :
“Sesungguhnya Allah itu baik, tidak mau menerima sesuatu kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin (seperti) apa yang telah diperintahkan kepada para rasul, Allah berfirman : “Wahai para Rasul makanlah dari segala sesuatu yang baik dan kerjakanlah amal salih. “ (QS al-Mukminun 23 : 51). Dan Dia berfirman : “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa-apa yang baik yang telah Kami berikan kepadamu.” (QS. al-Baqarah 2 : 172). Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam menyebutkan kisah seorang yang jauh berjalan, rambutnya menjadi kusut dan berdebu, dia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berkata: Ya Rabb ! Ya Rabb! Namun makanannya dari yang haram, minumnya dari yang haram, pakaiannya juga haram, dan diberi makan yang haram, maka bagaimana doanya akan dikabulkan?
(HR. Muslim)

Lihatlah efek yang menyesakkan itu.
Maka renungi dan lihat darimana uang yang kau dapat sehingga membeli makanan dengan uang haram, atau kendaraan kredit riba yang masih kau gunakan, memakan gaji buta atau tinggal di atas tanah orang lain tanpa ijin dan sebagainya.

Untuk itu, segeralah mulai dengan taubat dan istighfar, karena itulah kunci pembuka rejeki dan pengangkat segala musibah.
sebagaimana firman-Nya:

فقلتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا

“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh: 10-12)

Semoga Allah Ta’ala memurahkan rejeki kita semua dan memudahkan kita untuk mencarinya dengan cara yang halal dan thayyib.
Wallahu a’lam

Ustadz M Hadhrami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *