Etika Mendengarkan Nasihat

عن جرير بن عبد الله رضي الله عنه قال‏:‏ قال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم في حجة الوداع‏:‏ ‏‏استنصت الناس ثم قال‏:‏ لا ترجعوا بعدي كفاراً يضرب بعضكم رقاب بعض‏.‏ (‏متفق عليه‏)

Dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu anhu, dia berkata: Rasulullah Shalallahu alaihi Wasallam pernah berkata kepadaku pada waktu haji Wada: “Mintalah orang-orang untuk memperhatikan.” Setelah itu, beliau bersabda: “Sepeninggalku kelak, kalian jangan sampai kembali menjadi kafir, dimana sebagian diantara kalian memenggal leher sebagian yang lain.” (Muttafaqun ‘alaih) ‏ ‏

Kandungan Hadits:

  1. Diperbolehkan bagi seorang ulama meminta orang-orang untuk mendengarkannya, dan boleh juga mewakilkan seseorang untuk menyampaikan hal itu kepada mereka, atau mewakilkan kepada orang yang mampu membuat mereka diam.
  2. Mendengarkan dan memperhatikan ulama adalah wajib bagi orang yang belajar, karena ulama itu pewaris para Nabi.
  3. Hadits ini menjelaskan bahwa tahap pertama dalam meraih ilmu adalah mendengarkan, lalu memperhatikan, menghafalkan, setelah itu mengamalkan, kemudian menyebarkan.
  4. Perang sesama kaum Muslimin merupakan salah satu perbuatan yang menyerupai sifat orang-orang kafir. Padahal Allah Subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan untuk tidak menyerupai mereka dalam hal apapun.

 

Sumber:
Kitab Bahjatun Nadzhirin Syarah Riyadhus Sholihin, 3/40, Cet. Pustaka Imam Syafi’i

 

Artikel: www.hisbah.net
Ikuti update artikel kami di Hisbah.net
Youtube: HisbahTv
Instagram: Hisbahnet dan Al Hisbah Bogor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *