Global dan Terperinci

Dan, laki-laki tidak sama dengan perempuan

Rata-rata laki-laki melihat suatu masalah secara global, sedangkan perempuan memperhatikan secara terperinci. Inilah yang membedakan laki-laki dan perempuan. Dengan mengenal salah satu rahasia kehidupan ini serta menyikapinya secara positif akan menyokong langgengnya kehidupan rumah tangga, serta meminimalisir pemicu ketegangan dan salah paham.

Saumi harus berkenan diajak bicara tentang pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan istri seperti masak, membeli keperluan, dan semisalnya. Begitu pula dengan istri, harus menghargai sifat suami tatkala tidak perhatian terhadap masalah-masalah secara rinci.

Jika istri meminta pendapat suami tentang menu makan siang, ia hanya akan menanggapi, “bagus, enak”, tanpa membahasnya secara rinci. Namun jawaban ini tidak akan memuaskan istri, karena ia ingin bahasa yang lebih rinci. Supaya perasaan istri lebih tenang dan merasakan perannya, maka hendaknya suami memuji meja makan berikut menunya, rasa dan aroma hidangannya, kerapiannya, dan seterusnya. Jika ia tidak melakukan itu, istri akan kesal dan cemas.

Terkadang suami merasa tidak cocok saat istri membahas rinci masalah-masalah seperti pakaian, menu, hubungan sosial, dan seterusnya. Kadang kala ia memutus bicara istri atau sibuk dengan yang lain. Hal ini sering membuat istri ‘ngambek’, bahkan berakibat tidak saling memahami antar keduanya.

Menghadapi itu semua, hendaknya istri memaklumi tabiat ini, dan jangan banyak ngambek saat suami kurang aktif membahas dengannya. Berdasarkan realita, kecenderungan untuk terperinci dan global bukanlah aib bagi salah satu dari keduanya. Ini hanya sebatas tabiat masing-masing laki-laki dan perempuan secara umum.

Wallahu A’lam

Sumber :

Dinukil dari “ Tis’un Wa Tis’una Fikrah li Hayah Zaujiyah Sa’idah”, karya : Dr. Musyabbab bin Fahd al-Ashimi (ei, hal. 149-150)

Amar Abdullah bin Syakir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *