Hadist Shohih Tentang Amalan Bulan Sya’ban

moon-393198_640.jpg

Pertanyaan :

 Nama ana Zabar,  mau nanya tentang hadist ini, apa ini termasuk hadist Shohih (kuat)..?

Tentang amalan d bulan sya’ban…

إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا. فَإِنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا. فَيَقُولُ: أَلاَ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِي فَأَغْفِرَ لَهُ أَلاَ مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ أَلاَ مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ أَلاَ كَذَا أَلاَ كَذَا، حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ

Jika MALAM NISHFU SYA’BAN tiba, maka BERIBADAHLAH DI MALAM HARINYA dan BERPUASALAH DI SIANG HARINYA, karena sesungguhnya ketika matahari terbenam di MALAM NISHFU SYA’BAN Allah turun ke langit dunia dan berkata, “ADAKAH YANG MEMINTA AMPUN KEPADAKU SEHINGGA AKU MENGAMPUNINYA, ADAKAH YANG MEMINTA REZEKI (KARUNIA) KEPADAKU SEHINGGA AKU MEMBERINYA REZEKI, ADAKAH YANG SEDANG MENGALAMI MUSIBAH SEHINGGA AKU MENYEMBUHKANNYA (MENYELAMATKANNYA), ADAKAH…ADAKAH.., (Demikian Allah terus memberikan tawaran kepada hambaNYA) hingga tiba waktu Fajar. (HR Ibnu Majah)

 

Rasulullah saw bersabda:

 

إنَّ الله ـ عَزَّ وَجَلَّ ـ يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبانَ إلى السَّماءِ الدُّنْيا فَيَغْفِرُ لأكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعرِ غَنَمِ كَلْبٍ

Di malam NISHFU SYA’BAN, ALLAH ‘Azza Wa Jalla turun ke langit dunia dan memberikan ampunan sebanyak bulu domba yang dimiliki oleh suku Kalb.  (HR Tirmidzi Dan Ibnu Majah)

 

Jawaban:

Berikut keterangan ahli hadis mengenai hukum hadis yang anda tanyakan tersebut,

إذا كانت ليلة النصف من شعبان ، فقوموا ليلها ، وصوموا نهارها ، فإن الله

ينزل فيها لغروب الشمس إلى سماء الدنيا ، فيقول : ألا من مستغفر لي فأغفر له ؟

ألا مسترزق فأرزقه ؟ ألا مبتلى فأعافيه ؟ ألا كذا ألا كذا ؟ حتى يطلع الفجر ” .

Maudhu’ as-Sanad

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah 1/421 dan dari jalannya Ibnul Jauziy di dalam al-‘ilal 2/561. Diriwayatkan juga oleh imam al-Baihaqi di dalam “Syu’abul Iman” 3/378-379, dan di dalam  فضائل الأوقات  dari jalan Ibnu Abi Sabirah dari Ibrahim bin Muhammad dari Mu’awiyah bin Abdillah bin Ja’far dari ayahnya dari Ali bin Abi Thalib, ia berkata Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, … lalu beliau menyebutkan hadis tersebut di atas.

Saya (al-Albani) katakan : ini adalah isnad yang sepakati akan kelemahannya. Sementara menurutku adalah maudhu’, karena Ibnu Abi Sabirah dikatakan telah melakukan pemalsuan sebagaimana disebutkan di dalam “at-Taqrib” . Dan al-Bushairiy di dalam az-Zawaid mengatakan : isnadnya lemah karena kelemahan perowi yang bernama Ibnu Abi Sabirah yang namanya adalah Abu Bakar bin Abdullah bin Muhammad bin Abi Sabirah. Imam Ahmad bin Hambal dan Ibnu Ma’in mengatakan tentangnya : ia telah memalsukan hadits ini.

Ibnu Rajab di dalam Latho-if al-Ma’arif, hal. 143 mengatakan : isnadnya dha’if (lemah).

Dan, al-Munziri mengisyaratkan hal tersebut di dalam at-Targhiib 2/81

(Sumber :  سلسلة الأحاديث الضعيفة والموضوعة وأثرها السيئ في الأمة, Silsilah al-Ahadits adh-Dha’ifah Wa al-Maudhu’ah Wa Atsaruha as-Sayyi Fii al-Ummati, Syaikh Muhammad bin Nashiruddin al-Albani, 5/154)

Sedangkan mengenai hadits,

إن الله عز وجل ينزل ليلة النصف من شعبان إلى السماء الدنيا فيغفر لأكثر من عدد شعر غنم كلب

Yang anda sebutkan diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan Ibnu Majah, Syaikh al-Bani menghukumi hadis tersebut sebagai hadis dha’if, hal ini beliau sebutkan di dalam Shahih Wa Dha’if Sunan at-Tirmidzi, 2/239 dan  Shahih Wa Dha’if Sunan Ibnu Majah 3/389.

Singkat kata, hadits yang anda  tanyakan termasuk hadits yang lemah.

Wallahu a’lam

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya.

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

 

290 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: