Haramnya pulang kampung Tahun Ini Sebagai Antisipasi Penyebaran Covid-19

saat-arus-mudik-konsumen-minati-bbm-oktan-tinggi-ofy.jpg

­pulang kampung adalah hal yang paling ditunggu-tunggu oleh perantau yang sepanjang tahun harus jauh dari orang-orang tercinta karena pekerjaan.

 

­Pulang kampung juga secara asal merupakan kebaikan, karena untuk menyambung silaturrahmi, berbakti kepada orangtua, bersedekah berbagi kepada sesama, dan lain sebagainya.

 

­Namun semua kebaikan itu harus ditunda dulu pelaksanaannya karena Wabah Covid-19 ini, yang semakin hari semakin merenggut korban jiwa dan menginfeksi ribuan orang. Sehingga orang-orang atau para perantau yang sedang berada di daerah asal wabah tidak boleh keluar darinya untuk pulang kampung, atau sebaliknya, orang-orang yang kampungnya merupakan zona merah penyebaran virus juga tidak boleh mengunjungi kampungnya.

 

­Ini yang disebut sebagai karantina wilayah, yang merupakan cara untuk menahan laju penyebaran virus. Dan cara ini bukan cara modern, namun merupakan Sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam, sesuai dengan sabda beliau:

إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ [يعني : الطاعون] بِأَرْضٍ فَلَا تَقْدَمُوا عَلَيْهِ ، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْه. رواه البخاري (5739) ، ومسلم (2219)

­“Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka, jangan kalian memasukinya. Dan jika kalian berada didaerah itu janganlah kalian keluar untuk lari darinya”.

­(HR. Bukhari & Muslim)

 

­Berdasarkan hadits diatas, maka haramlah hukum pulang kampung  menurut MUI pada fatwa No 14 Tahun 2020.

 

­Karena  pulang kampung ini membawa mudharat, Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:

 

عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ سعْدُ بْنِ سِنَانِ الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلَّمَ قَالَ : لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ . [حَدِيْثٌ حَسَنٌ رَوَاهُ ابْنُ مَاجَه]

­Dari Abu Sa’id, Sa’ad bin Sinan Al Khudri radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “Tidak boleh melakukan perbuatan (mudharat) yang mencelakakan diri sendiri dan orang lain“.

­(Hadits hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah)

 

­Ya, pulang kampung  itu berpotensi dapat mencelakakan sanak saudara kita di kampung. Karena orang-orang yang berasal dari zona merah virus, berpotensi mengidap virus itu di dalam tubuhnya meski tidak memiliki gejala, sehingga selanjutnya dia akan menularkan virusnya ke keluarganya, sehingga yang tidak memiliki imun tubuh kuat akan tertular dan positif Covid-19, wal iyadzubillah.

 

­Maka, seorang muslim haruslah memikirkan sampai sejauh itu, betul pulang kampung  itu karena kerinduan dan bakti kepada orangtua, pulang kampung  itu berbagi hadiah dan kebahagiaan. Namun Islam mengajarkan hal berikut dalam bertindak:

(درء المفاسد مقدم على جلب المصالح)

­“Menolak keburukan diutamakan diatas mendulang kebaikan” (Kaedah)

 

­Jadi, niat pulang kampung  harus ditunda, antisipasi penyebaran virus yang akan semakin meluas ke seantero negeri jika semua perantau pulang kampung.

 

­Maka, sebagai seorang muslim yang baik, marilah mentaati Ulama kita, dan bekerja sama dengan pemerintah. Karena virus ini sangat berbahaya, jangan sampai karena kecerobohan kita, keluarga kita di kampung yang sehat wal afiyat harus menerima getahnya.

 

­Muhammad Hadrami

­Alumni Fakultas Syariah LIPIA JAKARTA

 

 226 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: