Hiasan Segala Sesuatu

kesabaran.jpg

Sikap tenang saat menghadapi masalah apa pun adalah faktor kebahagiaan. Tidak akan pernah menyesal orang yang Allah berikan sifat ini saat berinteraksi dengan orang lain.

Berkepribadian tenang, lembut, dan tidak kasar saat interaksi antar pasangan dan anak-anak baik ucapan maupun perbuatan, akan membuka pintu-pintu kebaikan bagi seluruh anggota keluarga, terutama saat terjadi masalah-masalah rumah tangga. Perangai ini membutuhkan latihan, tabah, sabar, diskusi, dan saling menasehati, hingga masing-masing mampu bersikap demikian secara sempurna. Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam– bersabda,

مَا رُزِقَ أَهْلُ بَيْتٍ الرِّفْقَ إِلَّا نَفَعَهُمْ وَلَا مُنِعُوْهُ إِلَّا ضَرَّهُمْ

Tidaklah suatu keluarga dikaruniai kelembutan melainkan akan bermanfaat untuk mereka, dan tidaklah mereka dicegah darinya melainkan akan membahayakan mereka (Hadis Shahih, As-Silsilah ash-Shahihah)

Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam– bersabda,

إِنَّ الرِّفْقَ لاَ يَكُونُ فِى شَىْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَعُ مِنْ شَىْءٍ إِلاَّ شَانَهُ

Sesungguhnya tidaklah kelembutan ada dalam sesuatu melainkan akan menghiasinya, dan tidaklah kelembutan dicabut dari sesuatu melainkan akan memburukkannya.” (Shahih Muslim)  

Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam– bersabda,

اللَّهُمَّ مَنْ رَفَقَ بِأُمَّتِي فَارْفُقْ بِهِ ، وَمَنْ شَقَّ عَلَيْهِمْ فَشُقَّ عَلَيْهِ

Ya Allah, siapa yang bersikap lembut kepada ummatku maka lembutlah kepadanya, dan siapa yang menyulitkan mereka maka sulitkanlah ia (Hadis Shahih, as-Silsilah ash-Shahihah)

Aisyah –semoga Allah meridhainya- berkata, “Sekelompok orang Yahudi menemui Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam– lantas mereka mengucapkan, السَّامُ عَلَيْكُمْ  ‘Assaamu ‘alaikum (Semoga kematian atasmu) ! Aisyah berkata, Maka aku pun memahaminya dan membalas, وَعَلَيْكُمُ السَّامُ وَاللَّعْنَةُ , wa’alaikumus saa-mu wal La’natu (semoga kematian dan laknat atas kalian) Aisyah melanjutkan, “Lalu Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam– menegur :

مَهْلاً يَا عَائِشَةُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الأَمْرِ كُلِّهِ

Pelan-pelan wahai Aisyah, sesungguhnya Allah mencintai kelembutan dalam segala hal.

Maka aku menimpali, ‘Tidakkah Anda mendengar ? Beliaupun menjawab , قَدْ قُلْتُ وَعَلَيْكُمْ aku telah menjawab , “ wa’alaikum” (begitu pula atas kalian). (Shahih al-Bukhari).

Hadis di atas mendorong sikap lembut dalam segala hal. Di dalam hadis ini pula terdapat aplikasi sikap lembut oleh Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam. Padahal beliau mendengar ucapan orang-orang Yahudi yang begitu buruk, namun beliau membalasnya hanya dengan ucapan “ Wa’alaikum”. Darinya pula pasangan suami istri hendaknya mengambil pelajaran, supaya membalas ucapan dan perbuatan keduanya tanpa kekerasan. Keduanya wajib berhati-hati dan tidak terburu-buru membalas pasangannya.

Wallahu a’lam

Sumber :

Dinukil dari “ Tis’un Wa Tis’una Fikrah li Hayah Zaujiyah Sa’idah”, karya : Dr. Musyabbab bin Fahd al-Ashimi (ei, hal. 79) Amar Abdullah bin Syakir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: