Hikmah Dibalik Pengharaman Zina

Hikmah-Dibalik-Pengharaman-Zina.jpg

Sebagaimana yang diketahui bahwa zina adalah perbuatan yang dilakukan antara lelaki dan perempuan tanpa adanya pengakuan yang sah menurut agama, maka dari itu ia menjadi perbuatan keji yang diharamkan oleh Allah Ta’ala sebagaimana firman-Nya:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al Israa: 32)

Pada ayat diatas Allah Ta’ala menyatakan bahwa zina melanggar hukum Allah dan merusak kehormatan manusia, maka dari itu ia digolongkan sebagai perbuatan keji.

Dan hasil dari keterangan diatas, dibalik pengharaman zina juga terdapat beberapa hikmah atau alasan, yaitu:

Pertama:
Mencegah tercampur baurnya nasab keturunan, karena anak yang dihasilkan oleh zina tidaklah memiliki dianggap sebagai anak yang sah secara agama, yang kemudian dapat menerima harta warisan, menjadi mahram, atau dinikahkan oleh bapak biologisnya jika anak hasil zina itu perempuan.

Kedua:
Menjaga lingkungan dari penyebaran penyakit menular dan mematikan, dan yang demikian bukan rahasia lagi bahwa zina menjadi sarana penyebaran penyakit-penyakit kelamin dan aids.

Ketiga:
Menjaga kehormatan, Islam memerintahkan bagi wanita untuk menjaga kehormatan diri mereka, dan yang paling utama adalah untuk menjauhi zina, karena zina hanya akan merenggut kehormatan dan kemuliaan seorang wanita, sehingga murah dimata sesiapa saja.

Keempat:
Mencegah merebaknya kejahatan-kejahatan lainnya, misalnya perselingkuhan dapat menyebabkan perpecahan rumah tangga, hubungan keluarga, antar tetangga, dan lain sebagainya.

Terakhir, perlu diingat bahwa zina bukan terjadi dengan tiba-tiba apalagi tidak sengaja, namun ia merupakan puncak dari permulaan-permulaan yang dilakukan sebelumnya, seperti campur baur antar lawan jenis dan melihat hal-hal yang dapat membangkitkan hawa nafsu.
Maka dari itu, setiap dari kita wajib untuk menutup seluruh pintu yang dapat mengundang perbuatan zina, dengan memperhatikan batasan-batasan dalam interaksi antar lawan jenis baik dalam keseharian atau di tempat bekerja.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ

Dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi“. (QS Al An’aam: 151).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: