Hisbah Dengan Pena

menulis-surat-pembaca.jpg

              Salah satu cara hisbah yang bermanfaat dan perlu untuk digencarkan juga adalah menyurati langsung para pelanggar atau yang terjatuh dalam pelanggaran-pelanggaran syari’at, baik itu yang bersifat individu; dari masyarakat ataupun pejabat, atau yang bersifat terstruktur seperti perusahaan, yayasan, atau media massa.Cara ini sendiri telah diterapkan oleh Rasulullah terhadap raja-raja yang ada di zamannya, sebagaimana pada hadits Ibnu Abbas yang diriwayatkan di Sahih Bukhari-Muslim, yaitu surat beliau  kepada Heraklius, dengan redaksi berikut:

(من محمد رسول الله إلى هرقل عظيم الروم) (1)

“Dari Muhammad Rasulullah kepada Heraklius sang penguasa Roma”

 

Tulisan termasuk salah satu cara yang paling mudah untuk berkomunikasi dengan orang lain, apalagi di zaman yang mana berkomunikasi sangatlah mudah, dengan adanya segala macam jenis aplikasi chatting. sehingga jarak yang jauh tak lagi masalah. Maka kemudahan yang ada ini hendaknya dimaksimalkan kegunaannya untuk mengajak orang-orang kepada kebaikan atau melarangnya dari suatu kemungkaran, atau mengingatkannya jika terjatuh pada suatu kemungkaran.

Jelas cara ini sungguh sangat efektif, mengingat kondisi yang kadang tidak memungkinkan untuk bertemu langsung, dan terkadang kepada orang tertentu memang japri lebih mengena ketimbang berbicara secara langsung.

Maka dari itu, kita harapkan juga dari saudara-saudara kita yang berbakat menulis dan mumpuni dalam ilmu syariat hendaknya bersedia terjun di masalah ini, untuk menuliskan bantahan-bantahan terhadap syubhat dan tuduhan-tuduhan yang banyak diarahkan ke islam.

kalau bukan mereka siapa lagi yang, karena media-media musuh semakin gencarnya menyerang, untuk itu harus ada upaya mengimbangi. karena terkadang banyaknya kejahatan yang menyebar bukan karena banyaknya penjahat, namun karena orang-orang baik tidak mengambil  tindakan, cenderung mendiamkan saja, bahkan sebagian berdalih dengan salah ucapan salaf: “Matikan kebathilan dengan tidak menghiraukannya”, tentu ini tidak tepat, atsar salaf ini tepatnya jika kebathilan tersebut masih tersembunyi, namun apabila sudah menyebar dan mengambil perhatian orang banyak, maka wajib untuk dibantah agar masyarakat awam tidak terkelabui olehnya.

Cara ini juga sedari dulu sudah digunakan ulama-ulama kita, tersebutlah nama Imam Nawawi yang tak mengenal takut menghadapi para penguasa yang semena-mena, jika sanggup langsung beliau temui jika tidak maka beliau akan surati penguasa tersebut.(2)

Namun ada beberapa hal yang juga sangat perlu dipertimbangkan, yaitu tetap memperlakukan setiap orang sesuai dengan kedudukannya, menggunakan bahasa yang menyentuh, lembut dan memberi suasana peringatan tentang kemungkaran yang ia lakukan dengan apa-apa konsekuensi yang bakal diterimanya di akhirat kelak.

Wallahul muwaffiq ila sawaa-is sabiil.

 

Muhammad Hadhrami Bin Ibrahim

Diambil dari almohtasb.com

Rujukan:

والله الموفق والهادي إلى سواء السبيل

(1) أخرجه البخاري في كتاب الاستئذان، باب كيف يكتب الكتاب إلى أهل الكتاب (8/58-6260) ومسلم في كتاب الجهاد والسير، باب كتاب النبي -صلى الله عليه وسلم- إلى هرقل يدعوه إلى الإسلام  (3/1393-)1773
(2) (المنهل العذب الروي في ترجمة قطب الأولياء النووي، للسخاوي (ص: 30

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

217 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: