Hukum Mengumpulkan Uang Riba

riba.jpg

Pertanyaan :

بعض العلماء يفتون ان من له أموال التي يحصل من الربا كالفائدة المصرفية (interest)، جاز له صرفها في مصالح المسلمين العامة. كيف رأيكم اذا احدى المؤسسة الاسلامية تجمع و توزع هذه الاموال الربا لتسهيل الناس الذين يريدون ان يتخلص منها؟

Sebagian ulama menfatwakan bahwa orang yang mempunyai harta yang didapat dari jalan riba seperti bunga bank, ia boleh menggunakan harta tersebut, untuk kemaslahatan kaum muslimin secara umum. Lalu apa pendapat Anda, jika ada salah satu yayasan Islam yang mengumpulkan dan menyalurkan uang-uang riba tersebut. Hal demikian untuk memudahkan orang-orang yang ingin berlepas diri dari uang tersebut?

Jawaban :

Diperintahkan bagi orang-orang yang ingin bertaubat dari riba, untuk berlepas diri dari riba tersebut dengan menyalurkannya untuk kepentingan umum, dengan sekedar niat berlepas tangan, bukan niat sedekah.

Namun, ini dalam skema individu. Adapun jika diorganisir oleh lembaga atau yayasan tertentu, maka ini justru seakan-akan memotivasi orang untuk tetap bermuamalah dengan riba (lantas menyalurkan ribanya dengan mudah hingga lama-kelamaan menganggapnya perkara ringan), sementara Islam mendorong untuk lepas total dari riba karena riba merupakan dosa besar.

Jadi, tidak selayaknya untuk mengakomodir dan menjadikan pengumpulan dana riba sebagai program yang dijalankan secara terorganisir. Wallahu a’lam.

(Dijawab oleh Syaikh Sa’ad Al-Khatslan hafizhahullah, (anggota Haiah Kibar Ulama) dalam sesi tanya jawab kajian Umdatul Ahkam beliau, 10 Dzulqa’dah 1434 H di Riyadh)

Sumber : Catatan Ustadz Muflih Safitra di akun facebook, (Beliau merupakan dai dari Balikpapan, yang pernah menimba ilmu di Saudi).

(Amar Abdullah/hisbah.net)

Ikuti update artikel Hisbah.net di Fans Page Hisbah

Twitter @hisbahnet, Google+ Hisbah.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: