Ingin Hijabkan Hati Terlebih Dahulu

Alasan-Klasik-Hijab-hati-dahulu.jpg

Kalimat yang dijadikan judul diatas jelas tidak asing lagi ditelinga kita, sebuah ungkapan yang sering dilontarkan para wanita ketika dinasehati untuk memakai hijab.

Hijab sebagai pakaian dan identitas seorang muslimah mereka anggap seperti sebuah pilihan model fashion, jika suka dipakai, jika tidak pilih yang lain. Padahal seperti yang kita ketahui, bahkan mereka sendiri jika ingin jujur, bahwa hijab merupakan kewajiban, yaitu keharusan bukan pilihan.

Hijab sebagai kewajiban berarti sebuah perintah Allah Ta’ala, yang berarti ada konsekuensi belakangnya.

Para wanita yang masih belum menutup auratnya dengan hijab kebanyakan jika ditanya dari hati ke hati dan mereka menjawab dengan jujur pula maka yang menjadi jawaban adalah tuntutan keadaan, seperti profesi yang mengharuskan berseragam dengan mode ala barat itu.

Maka jika di jiwa tersebut masih ada setitik keimanan, maka ia akan mengangguk setuju bahwasanya jika sebuah perusahan bila dalam kontrak kerja menaruh peraturan standar seragam, maka wajib bagi setiap pegawai untuk mematuhinya, dan siap menerima hukuman jika melanggarnya, apalagi jika sebuah aturan itu perintah langsung dari Sang Pencipta, yang menciptakan dirinya dan bos nya juga, maka lebih wajib untuk ditaati.

Ya, hijab adalah aturan ilahi bagi hambanya dari kaum muslimah, sebagaimana firman-Nya:

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“ Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al Ahzab: 59)

 

Maka jika aturan ini dilanggar, bukankah artinya si pelanggar yang lalai dan harus siap dengan hukuman dari-Nya? Allah Ta’ala berfirman:

فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.”  (QS An Nur: 63)

Tahukah engkau muslimah apa hukuman bagi seorang wanita yang semasa ia dunia tidak menutup auratnya? Simak sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa sallam berikut:

 

Adapun alasan engkau ingin meng hijabkan hati terlebih dahulu, engkau lebih mengetahui hakekatnya bahwa ungkapan itu hanyalah alasan belaka, yang berangkat dari hati yang lemah untuk berkata jujur.

Mengapa? Karena kita semua sepakat, bahwa penampilan luar adalah implementasi dari keyakinan atau prinsip pribadi seseorang.

Penampilan sebagai identitas.

Penampilan yang memberikan arti sebuah pilihan hidup.

Maka ungkapan ingin menghijabkan hati terlebih dahulu melanggar logika sehat, karena apapun hal yang ingin kita lakukan atau tunjukkan, tentu salah satunya dengan menampakkannya.

Engkau ingin dikatakan seorang profesional, tentu engkau menampakkannya dari hasil kerjanya.

Engkau ingin dikatakan seorang kaya raya, maka otomatis hal pertama yang kau lakukan adalah membeli barang-barang mewah dan memakainya, bukan hanya disimpan didalam kotaknya, dst.

Maka mengapa engkau menyebut sok suci bagi yang mengenakan hijab syar’i?

Ini tidak masuk akal bukan? Sebagaimana tidak masuk akalnya seorang wanita dikatakan wanita panggilan hanya karena belum mengenakan hijab.

Wanita mengenakan hijab karena ingin patuh kepada Sang Pencipta yang pasti ingin memberikan yang terbaik untuknya, dan disaat yang sama ia ingin pula meng hijab hatinya agar terus istiqamah.

Maka marilah jujur dengan hati sendiri, sampai kapan terus begini?

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: