Inilah Harga Yang Harus Dibayar !

kehancuran-dunia1.jpg

Tahukah pembaca kenapa  di dalam surat Al ‘Ashr disebutkan bahwa seluruh manusia merugi kecuali orang-orang yang beriman lagi  beramal shaleh dan saling nasehat menasehati dalam kebenaran dan sabar? Karena untuk menjadi muslim sejati harus memenuhi tiga kriteria tersebut, tidak bisa hanya mengaku beriman tanpa mau beribadah, dan tidak juga hanya fokus beribadah namun tidak peduli dengan keadaan ummat, haruslah beriman, saleh dan Muslih yaitu baik memperbaiki dirinya dan memperbaiki orang lain, maka dari itu ketiga sifat ini wajib berkumpul pada jiwa setiap muslim.

Pembaca jangan mengira baik terhadap diri sendiri itu baik dan sudah cukup, tidak sama sekali. Disekeliling kita sangatlah banyak kemungkaran yang terjadi, ingkari jangan didiamkan. Datangi mereka jangan malah membuang muka dengan alasan yang penting aku tidak ikut-ikutan, kan tiap orang akan mempertanggungjawabkan amalannya masing-masing. Ini jelas keliru, karena kita sebagai umat islam diminta agama untuk menegakkan Amar Makruf Nahi Munkar juga. Dan berikut konsekuensi yang harus kita terima jika kita meninggalkan Amar Makruf Nahi Munkar:

 

  1. kemungkaran sama saja mengundang azab turun didunia, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

قَالَ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

(مَا مِنْ رَجُلٍ يَكُونُ فِي قَوْمٍ يُعْمَلُ فِيهِمْ بِالْمَعَاصِي يَقْدِرُونَ عَلَى أَنْ يُغَيِّرُوا عَلَيْهِ فَلَا يُغَيِّرُوا إِلَّا أَصَابَهُمْ اللَّهُ بِعَذَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَمُوتُوا)

“Tidaklah seorang laki-laki berada pada sebuah kaum yang di dalamnya dilakukan suatu kemaksiatan, mereka mampu mengubah kemaksiatan tersebut lalu tidak melakukannya, maka Allah akan menimpakan siksa kepada mereka sebelum mereka meninggal.” (HR. Abu Dawud dari Jarir, hadits no. 3776).

 

  1. Acuh tak acuh dalam bersosial akan menyebabkan turunnya murka dan laknat, seperti yang terjadi pada Bani Israil dalam firman-Nya berikut:

 

لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُدَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ (٧٨) كَانُوا لا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ (٧٩) : المائدة

“Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat melalui lisan (ucapan) Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas.

Mereka satu sama lain tidak saling mencegah perbuatan munkar yang selalu mereka kerjakan. Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat.” [Al Maidah 78-79]

 

  1. Menutup mata dan telinga dari keadaan sekitar berarti membiarkan praktek maksiat, bid’ah dan kemungkaran lainnya subur.

 

  1. Lingkungan akan menjadi sarang kemungkaran!

Awalnya disepelekan kemudian menjadi kebiasaan yang sulit untuk dihilangkan. ya begitulah awal mula kemungkaran terjadi, dan itu bisa terjadi karena orang-orang baik yang mengetahuinya memilih diam saja.

 

  1. Mendiamkan suatu kemungkaran sama saja mendukungnya untuk tumbuh besar dan menyebar. hukum alam berlaku disini, tidaklah suatu energi negatif menguat kecuali karena energi positif nya melemah, dan itulah yang sebenarnya terjadi, semua mengadu akan lingkungannya yang rusak, tapi tak satupun mau turun tangan memperbaikinya.

 

  1. Ingat! jika pada akhirnya kemungkaran itu sudah sangat parah dan tinggal menunggu azab, maka yang terkena azab tersebut bukan hanya mereka para pelaku, namun juga menyeluruh meliputi orang-orang baik namun tidak memperbaiki itu. Allah Ta’ala memperingatkan dalam firman-Nya:

 

{وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ}

“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” [Al Anfal 25]

 

Pembaca sekalian, hasil dakwah tidak akan pernah bertahan tanpa hisbah yaitu Amar Makruf Nahi Munkar, sebagai pelindung dari ilmu yang tak diamalkan dan dari larangan yang dilanggar. maka dari itu, mari kita hidupkan semangat Al ‘Ashr, Beriman, Beramal, dan Berkontribusi!

 

Disadur dari sebuah artikel berjudul “ضريبة السكوت عن الباطل” pada situs Almohtasb.com

 

Muhammad Hadhrami bin Ibrahim

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

161 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: