Istiqamah Setelah Ramadhan

(Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah)

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang

 

Segala puji bagi Allah rab semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan atas Nabi kita Muahammad ﷺ, atas keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti beliau dalam kebaikan sampai hari kiamat

Sehubungan berakhirnya bulan puasa dan istirahatnya jiwa di mana setiap orang tadinya begitu semangat pada bulan Ramadhan saya ingin sekali mengingatkan kepada saudara-saudaraku bahwa amal seorang mukmin tidaklah sebatas pada musim-musim tertentu, yaitu musim-musim kebaikan, seperti bulan Ramadhan, sepuluh hari pertama Dzulhijjah dan yang semisalnya akan tetapi amalannya terus berkesinambungan sampai meninggal dunia, Alllah ﷻ berfirman

وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim (Qs. Ali Imran : 102)

Juga firmannya

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

Dan sembahlah tuhanmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu (Qs. Al Hijr : 99)

Allah tidak menutup amal seorang mukmin selain dengan kematian. Karena itu kita wajib menjadikan musim-musim kebaikan ini sebagai penyemangat kita untuk beramal shalih dan menghadap kepada Allah dengan melakukan amal shalih yang akan mendekatkan diri kepadanya, jangan sampai semangat kita melemah (luntur) karena berakhirnya musim-musim kebaikan tersebut.

Saya hendak menyebutkan beberapa contoh kepada kalian yang menunjukkan bahwa amal seorang muslim tak sebatas pada musim-musim tertentu saja. Puasa misalnya, maka ia tidak selesai dengan berakhirnya Ramadhan. Puasa disyariatkan pada setiap waktu. Sebaik-baik puasa ialah puasa Nabi Dawud, yaitu sehari berpuasa dan sehari berbuka (HR. An Nasai no. 2388, Hadis shahih).

Ada juga puasa yang lainnya, diantaranya puasa enam hari di bulan Syawal. Maka sesungguhnya, barang siapa puasa Ramadhan lalu diikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal (pahalanya) seperti puasa selama setahun (HR. Muslim. No 2815)

Jika seseorang berpuasa Ramadhan secara penuh baik yang dikerjakan pada waktunya atau yang diqadha jika dia memiliki hutang puasa yang harus diqadha lalu diikuti dengan puasa enam hari pada bulan Syawal maka seperti puasa setahun.

Diriwayatkan secara shahih dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda “Puasa tiga hari dalam setiap bulan seperti puasa setahun penuh” (HR. Muslim no. 2786)

Juga diriwayatkan secara shahih bahwa beliau ﷺ bersabda “Puasa hari Arafah aku berharap kepada Allah akan menghapus dosa-dosa setahun sebelumnya dan setahun yang setelahnya.” (HR. Muslim no. 2830)

Beliau ﷺ juga bersabda “Puasa hari ‘Asyura, yaitu pada hari kesepuluh dari bulan Muharram, aku berharap kepada Allah hal itu akan menghapus dosa-dosa setahun yang sebelumnya.” (HR. Muslim no. 1830)

Beliau ﷺ juga memerintahkan agar berpuasa sehari sebelum atau sesudahnya

Beliau ﷺ juga bersabda “Sebaik-baik puasa setelah Ramadhan ialah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharram.” (HR. Muslim no. 2812)

Demikian juga shalat malam, shalat malam tidaklah selesai dengan berakhirnya Ramdhan, shalat malam disyariatkan pada setiap malam. Allah telah berfirman tentang sifat para penghuni surga

كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ . وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah) (Qs. Adz Dzariyat : 17-18)

Allah juga berfiman

إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَى مِنْ ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِنَ الَّذِينَ مَعَكَ

Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau (Muhammad) berdiri (shalat) kurang dari dua pertiga malam atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu. (Qs. Al-Muzammil : 20)

Nabi ﷺ pernah shalat malam sampai kedua tumitnya pecah-pecah (saking lamanya)

Diriwayatkan secara shahih bahwa beliau ﷺ bersabda

Allah turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir, lalu berfirman Siapa yang berdoa kepada ku niscaya Aku perkenankan doanya, Siapa yang meminta kepada ku niscaya Aku akan memberikan apa yang dia pinta, Siapa yang memohon ampunan kepada ku niscaya Aku akan mengampuni dosa-dosanya (HR. Abu Dawud no. 1317, Hadis shahih) dan hal itu terjadi pada setiap malam.

Jadi, shalat malam tidaklah selesai dengan berakhirnya shalat tarawih di bulan Ramadhan, akan tetapi turus berlaku pada setiap malam.

Karena itu hendaknya setiap orang menyempatkan dirinya pada akhir malam untuk shalat malam sekalipun hanya setengah jam atau menurut yang mudah baginya. Jika sudah shalat malam maka terus lanjutkan karena Nabiﷺ bersabda “Janganlah kalian seperti si fulan, awalnya shalat malam lalu meninggalkan shalat malam.”

Beliau ﷺ juga tidak meremehkan sedikitpun amal shalih.

Telah diriwayatkan secara shahih dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda “Amal yang paling dicintai Allah ialah amalan yang dikerjakan terus-menerus sekalipun sedikit.” (HR. Muslim no. 1864)

Dan tutuplah shalat malam dengan shalat witir. Jika dia bisa bangun di akhir malam sebaiknya witir di akhir malam, namun jika tidak bangun di akhir malam maka witirlah di awalnya sebelum tidur.

Infak dan sedekah juga disyariatkan (pada setiap waktu) tidak selesai dengan berakhirnya bulan Ramadhan. Di antara bentuk sedekah ialah seseorang menafkahi keluarganya, Nabi ﷺ bersabda kepada Sa’d bin Abi Waqash, “Ketahuilah sesungguhnya tidaklah engkau memberi nafkah yang dengannya mengharap wajah Allah melainkan engkau akan diganjar pahala atasnya hingga apa yang engkau suapkan kepada mulut istrimu.”

Sedekah dan infak senantiasa disyariatkan pada setiap waktu.

Nabi ﷺ juga mengabarkan bahwa tidaklah seorang muslim bersedekah sekalipun hanya senilai sebutir kurma dari yang baik dan Allah tidak menerima kecuali yang baik-baik melainkan Allah mengambilnya dengan tangan kanannya lalu mengembangkannya sebagaimana salah seorang dari kita membesarkan anak kuda, yaitu kuda yang masih kecil hingga kuatnya seperti gunung (HR. Muslim no. 2389)

Beliau ﷺ juga mengabarkan bahwa kelak pada hari kiamat setiap orang berada di bawah naungan sedekahnya.

Beliau ﷺ juga mengabarkan bahwa ada tujuh golongan di mana mereka akan dinaungi oleh Allah, salah satunya adalah seseorang yang bersedekah lalu menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang telah di infakkan oleh tangan kanannya

Demikian pula umrah di bulan Ramadhan maupun di selain Ramadhan. Nabi ﷺ bersabda “Umrah yang satu dengan umrah yang lainnya akan menghapus dosa-dosa antara keduanya.” (HR. Bukhari no. 1773)

Maka umrah tidak hanya dilakukan di bulan Ramadhan, bahkan umrah di bulan Haji lebih utama daripada umrah di bulan Ramadhan menurut pendapat banyak ulama. Mereka berargumentasi terhadap pendapat ini bahwa Nabi belum pernah mengerjakan umrah di bulan Ramadhan sama sekali, umrah-umrah yang dilakukan beliau pada bulan haji. Umrah dari Hudaibiyah dikerjakan pada bulan Dzulqa’dah, Umrah qadha juga pada bulan Dzulqa’dah, Umrah dari Ji’ranah juga pada bulan Dzulqa’dah, umrah yang digabungkan dengan haji juga dikerjakan pada bulan Dzulhijjah di mana ihramnya dimulai pada akhir bulan Dzulqa’dah.

Kesimpulannya, semoga Allah memberikan keberkahan kepada kalian semua, bahwa amal shalih tidak selesai dengan habisnya musim-musim kebaikan. Akan tetapi musim-musim itu tidak lain hanyalah menjelaskan bagaimana karunia Allah dan rahmatnya yang diberikan kepada para hambanya dan sebagai motivasi agar orang-orang kembali kepada Allah dan mengerjakan ketaatan kepadanya dan hendaklah dia lebih kuat dan semangat lagi untuk mengerjakan amal shalih di kemudian hari.

Aku mohon kepada Allah agar menolong kita dan kalian semua agar bisa berdzikir, bersyukur dan beribadah yang baik kepadanya, dan menjadikan kita termasuk hamba-hambanya yang shalih yang mendapatkan taufiknya untuk melakukan setiap kebaikan. Sesungguhnya Dia maha kuasa atas segala sesuatu.

 

Sumber :
Youtube | Istiqomah Setelah Ramadhan
Amar Abdullah bin Syakir

 

Artikel: www.hisbah.net
Ikuti update artikel kami di Hisbah.net
Youtube: HisbahTv
Instagram: Hisbahnet dan Al Hisbah Bogor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *