Istiqomalah !!

Istiqamahlah!
Jangan Biarkan Ketaatan Ramadhan
Hanya Menjadi Kenangan

استقم، لا تجعل طاعاتك في رمضان مجرد ذكريات


Kita baru melewati Bulan Ramadhan beberapa hari saja, namun rasanya hati ingin segera bertemu kembali di tahun depan, semoga Allah Ta’ala masih memberikan kesempatan.


Selama Ramadhan, 30 hari penuh, meski di tengah Pandemi Covid-19, kita berpuasa dan beribadah, dari tilawah Al Qur’an sampai menjadi Imam Terawih di rumah bersama keluarga tercinta. Maka semua amalan baik yang telah dikerjakan secara kontinyu ini sesungguhnya harus telah memberikan efek dan jejak, yaitu ketakwaan.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.“ (Al Baqarah : 183)


Ya, agar kamu bertakwa.

Apa itu takwa? sederhana, yaitu melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.


Maka adalah hal yang patut disayangkan, jika engkau mendapati dirimu saat ini tengah lalai lagi bermaksiat, mendatangi kebiasaan buruk kembali, ibadah yang kembali angin-anginan. Semua itu keterlaluan jika terjadi, karena berarti ada yang salah dengan ramadhan anda.
Benarkah telah jujur, tulus dan ikhlas ketika beribadah di dalamnya?
Benarkah telah berniat untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelahnya?
Atau sejatinya engkau hanya mengambil Ramadhan sebagai momen meningkatkan keuntungan usaha semata? Atau bahkan hanya sekedar ikut-ikutan dan terpaksa karena melihat semua orang berpuasa?
Sungguh merugi dirimu jika itu yang terjadi!


Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:

“رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ” رواه الترمذي

“Celakalah seseorang, Bulan Ramadhan menemuinya kemudian keluar sebelum ia mendapatkan ampunan”. HR Tirmidzi
Jadi, meski ramadhan telah lewat, atau mungkin merasa diri belum maksimal memanfaatkannya, maka ambillah momen saat ini juga, teruslah beribadah dan tingkatkan! karena barangsiapa yang beribadah hanya karena Ramadhan, maka sesungguhnya dia telah pergi, sedangkan barangsiapa yang beribadah hanya karena Allah Ta’ala maka sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Hidup.

Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan kita taufik dan hidayah-Nya.

Muhammad Hadrami
Alumni Fakultas Syariah LIPIA JAKARTA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *