Istri yang Tak Peduli, Cepat Marah dan Egois

egois.jpg

Istri yang Tak Peduli

Termasuk karakter istri yang buruk adalah wanita yang tidak perhatian terhadap rumah, suami dan anak-anaknya. Ia tidak perah membersihkan rumah, tidak perhatian terhadap suami, tidak mendidik anak-anaknya, dan bahkan tidak pernah berpenampilan menarik. Istri seperti ini biasanya merupakan wanita yang malas. ini merupakan keburukan yang paling buruk.

Istri yang Cepat Marah

Bersyukur merupakan perkara yang mudah, indah, dan sifat yang akan membawa kebahagiaan. Kita mestinya bersyukur kepada Allah dahulu kemudian kepada orang yang paling banyak kebaikannya kepada kita. Syukur akan membuat hidup seorang istri menjadi bahagia dan membuat suaminya sayang kepadanya. Suami akan selalu ada untuknya, dan berbahagia dengannya asal ia mau bersyukur.

Akan tetapi wanita yang cepat naik pitam tidak akan pernah bersyukur selamanya. Bahkan ia akan selalu mengeluh. Ia paling jago dalam mereka-reka pengaduan, mengingat semua kesalahan suami, dan mengubah kegembiraan menjadi kesedihan.

Ia akan selalu marah hanya karena sesuatu yang belum jelas. Ia akan senantiasa merasa tidak senang dan marah tanpa sebab yang pasti. Ia memang pandai memilih kata-kata yang melukai perasaan suami. Ia bagaikan pisau cukur yang tajam. Ia akan mengubur semua kebaikan suami dan membuka semua keburukannya.

Istri yang pemarah akan mengganggu suaminya saat makan dan waktu tenang. Ia akan mengubah waktu istirahatnya di rumah menjadi seperti neraka. Meski ini hanya karena persoalan yang remeh saja. Ia tidak pernah puas terhadap kehidupannya. Ia melihat semua kekurangan ada pada suaminya dan tidak melihat sisi kebaikan sama sekali padanya.

Ia akan selalu menghujamkan peluru-peluru pengaduan di kepala suaminya setiap pagi dan sore. Istri pemarah merupakan wanita yang dingin namun menyimpan kesengsaraan bagi kehidupan suami istri. Ia sungguh akan membuat suaminya cepat tua.

Istri yang Egois

Kehidupan suami istri merupakan gambaran kecil dari kehidupan dalam makna umum. Jadi, harus ada memberi, pencurahan, kesabaran, dan pengorbanan. Bahkan, kehidupan suami istri yang cemerlang itu berdiri di atas pengorbanan timbal balik antara suami istri.

Bila seorang istri-karena usianya yang masih muda atau kebodohannya- meyakini bahwa kehidupan berumah tangga itu merupakan surga yang akan mewujudkan semua keinginannya, maka ia akan segera berbenturan dengan fakta kehidupan yang di dalamnya ada kebaikan, keburukan, kesepakatan, perselisihan, mengambil, dan memberi.

Cara terbaik untuk menghadapi kehidupan rumah tangga-terutama dari pihak istri- adalah semestinya ia memberi dahulu. Karena, bila ia telah memberi, ia akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda. Pasalnya, suami akan selalu ada untuknya. Ia akan berusaha keras untuk membahagiakan dirinya. Suami akan membuatnya merasa bahwa ia cantik. Suami akan berterima kasih atas kecekatannya. Dengan syarat, seseorang tidak menjadi keras kepala yang egois dengan berusaha membahagiakan diri sendiri saja. Sesungguhnya pohon kaktus tidak akan ditemukan kecuali di daerah bebatuan.

Wallahu a’lam

Penulis : Amar Abdullah bin Syakir

Sumber : Dinukil dari, “Aswa-ul Zayujat”, karya : Abdullah al-Ju’aitsan (eid,hal. 19-26)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: