Itsar

Untitled-1-1.jpg

Itsar, mengutamakan orang lain dan berani berkorban dalam membantu orang lain termasuk sifat yang agung. Orang yang paling tepat mempraktekkan prinsip mulia ini adalah pasangan suami istri. Masing-masing pasangan harus sungguh-sungguh berusaha membahagiakan orang-orang sekitarnya, meskipun ia harus mengalahkan istirahat dan maslahat pribadi. Yang demikian itu demi menggapai pahala Allah ta’ala, jaminan langgengnya rumah tangga, serta teladan bagi anak-anak dan masyarakat sekitar. Allah ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshar) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshar) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orng-orang yang beruntung (Qs. Al-Hasyr : 9)

Ayat ini memuji orang-orang Anshar kerena lebih mengutamakan saudara-saudara mereka dari kalangan Muhajirin atas diri mereka sendiri. Ini adalah motivasi bagi setiap muslim untuk meneladani mereka dan lebih mengutamakan orang sekitarnya atas dirinya sendiri.

Di antara contoh itsar, Anda rela letih sedangkan yang lain istirahat. Anda lapar yang lain kenyang. Anda bergadang yang lain tidur. Seperti itu pula urusan-urusan yang lain. Hanya saja, itsar ini memiliki syarat, yaitu : bukan dalam kemaksiatan, dan tidak mengganggu kesehatan dan agama seseorang.

Suami bekerja di luar rumah dan letih, ada kalanya ia harus bergadang dan pergi agar keluarganya dapat istirahat. Begitu pula istri, ia letih masak, bersih-bersih, dan merapikan rumah supaya suami dan anak-anak merasa nyaman.

Itsar memiliki banyak pengaruh positif berdasarkan riset dan penelitian. Para ilmuwan menemukan bahwa di otak ada bagian yang cara kerjanya dipengaruhi seberapa besar itsar yang dimiliki personal. Para ilmuwan juga menemukan bahwa itsar memiliki hubungan erat dengan kebahagiaan serta kesehatan jasmani dan rohani seseorang. Yang mana itsar itu meminimalisir tekanan jiwa dan stress, serta menambah hormon endorphin (hormon ketenangan) (www.aawsat.com)

Wallahu a’lam

Sumber :

Dinukil dari “ Tis’un Wa Tis’una Fikrah li Hayah Zaujiyah Sa’idah”, karya : Dr. Musyabbab bin Fahd al-Ashimi (ei, hal. 71)

Amar Abdullah bin Syakir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: