Jaga Masa Depan Anak Anda Dengan Shalat

Jaga Masa Depan Anak Anda Dengan Shalat

مستقبل أولادك بتعليمهم الصلاة

 

Masa depan adalah hal yang sangat dikhawatirkan, apakah seseorang akan mendapatkan kebahagiaan atau kesusahan. Apalagi oleh orangtua terhadap anak-anak mereka. Maka, mulailah setiap orangtua menyiapkan anak-anak mereka agar siap menghadapi kehidupan dengan menyekolahkan mereka, memfasilitasi mereka dan lain sebagainya.

Namun dewasa ini, disebabkan rendahnya pemahaman sang orangtua akan agama, maka berdampak kepada dikesampingkannya urusan agama si anak. Dan fenomena berbahaya ini dimulai dari shalat, si anak tidak diajarkan shalat sejak kecil. Padahal mengajarkan shalat anak adalah kewajiban orangtua, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

 (مُرُوا أَوْلادَكُمْ بِالصَّلاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ، وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ ) صححه الألباني في صحيح أبي داود

“Perintahkan anak-anak kalian untuk menunaikan shalat saat mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka saat mereka berusia sepuluh tahun, pisahkan tempat tidur di antara mereka.” (HR. Al-Albany dalam Shahih Abu Daud)

Sejurus kemudian, pemahaman yang kurang akan agama itu juga membuat orangtua tidak mengetahui, bahwa shalat adalah faktor kesuksesan si anak kelak di masa depan, bagaimana bisa? Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ﴿٢﴾وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” [At-Thalaq/65 : 2-3]

Ya, dengan takwa hidup akan keluar dari permasalahan menuju keberhasilan! Lantas apa hubungannya takwa dengan shalat? Justru shalat adalah inti dari ketakwaan, karena takwa adalah menjalankan yang diperintahkan dan menjauhi yang dilarang-Nya. Maka bagaimana bisa seseorang meminta rezeki dari Sang Pemberi Rezeki tanpa mematuhi perintah-Nya?

Dan juga, kegagalan-kegagalan dalam kehidupan, tidak lain tidak bukan karena melakukan hal-hal yang buruk. Seperti tidak jujur, tidak amanah, tidak memiliki kemampuan karena malas dan lain sebagainya. Maka bagaimana bisa karir anak anda cemerlang jika dia tidak memiliki kepribadian yang baik?

Maka dari itu Allah Ta’ala berfirman:

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan”. (QS Maryam: 59)

 

Ya! Meninggalkan shalat dan mengikuti syahwat! Diberi pekerjaan malah menuruti rasa malas, mendapatkan jabatan malah korupsi karena ingin berfoya-foya!

Maka, ajarkanlah anak anda shalat! Maka shalat yang akan menjaganya.

Firman Allah Ta’ala ini jaminannya:

ٱتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS Al Ankabut: 45)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *