Jagalah Rahasia !

perahu-kuning.jpg

Menjaga rahasia keluarga sangat penting demi langgengnya keluarga, khususnya masalah hubungan intim yang haram diberitakan kepada orang lain. Pasangan suami istri tidak boleh menebar rahasia berdua kepada orang lain, bagaimanapun kondisinya. Sebab larangan ini adalah sebagian orang jika mengetahui rahasia suami istri, madharat yang mereka berikan lebih banyak daripada manfaat, seperti; nasihat kurang tepat, memanfaatkan kelemahan salah seorang dari mereka. Bisa jadi akan muncul madharat berupa penyakit ‘ain, makar, atau bahaya-bahaya lain yang timbul karena tersebarnya rahasia mereka. Allah ta’ala berfirman,

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

Sebab itu maka wanita yang shalih, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka) … (Qs. An-Nisa : 34)

Syaikh Ibnu Utsaimin –semoga Allah merahmatinya- berkata, “Maksudnya, istri-istri itu menjaga rahasia suaminya dan apa saja di balik dinding yang termasuk masalah-masalah intim.”

Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

اسْتَعِينُوا عَلَى إِنْجَاحِ الْحَوَائِجِ بِالْكِتْمَانِ، فَإِنَّ كُلَّ ذِي نِعْمَةٍ مَحْسُودٌ

Jagalah rahasia saat memenuhi kebutuhan kalian, karena setiap yang memiliki nikmat itu didengki (Shahih al-Jami’)

Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

إِنَّ مِنْ أَشَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ الرَّجُلَ يُفْضِى إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِى إِلَيْهِ ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا

Di anara manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari Kiamat adalah seorang suami yang mencampuri istrinya, lalu menyebarkan rahasia sang istri (Shahih Muslim)

Makna mencampuri adalah kiasan untuk hubungan badan. Meskipun larangan dalam hadis ini diperuntukkan bagi suami, namun juga mancakup istri. Maka istri dilarang mengabarkan kepada orang lain apa yang ia dapati saat bersama suami. Seorang penyair berkata,

Apabila seseorang menyebarkan rahasia dirinya dengan lisan

Lalu karenanya orang lain mencelanya, maka ia orang dungu

Apabila dada seseorang sempit lantaran rahasianya

Maka dada yang dititipi rahasia (istri) lebih sempit

Wallahu A’lam

 

Sumber :

Dinukil dari “ Tis’un Wa Tis’una Fikrah li Hayah Zaujiyah Sa’idah”, karya : Dr. Musyabbab bin Fahd al-Ashimi (ei, hal. 122)

Amar Abdullah bin Syakir

249 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: