Jangan Berbantahan Dengan Orang tua

Jangan Berbantahan Dengan Orangtua

لا تجادل والديك!

Kewajiban berbakti kepada orangtua tidaklah ada yang mengingkarinya, karena dia adalah naluri kasih sayang anak ke orangtua. Namun pada perjalanan hidup, banyak anak yang tidak berterimakasih kepada orangtuanya dan tidak menghormati orangtuanya hanya karena soal materi, atau peraturan rumah, dan lain sebagainya.
Namun ada satu bentuk durhaka yang seringkali dilakukan tanpa sadar, yaitu berbantah-bantahan dengan orangtua dengan suara meninggi, dan berusaha menang dan merendahkan orangtua. Padahal jangankan yang keterlaluan seperti itu, melenguh berucap Ah saja tidak boleh. Allah Ta’ala berfirman:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.)Al Israa: 23)

Dan kebiasaan buruk ini bahkan terjadi dengan rasa ingin menasehati orangtua dalam perkara agama! Ya, mungkin orangtuamu masih berada pada cara beragamanya yang salah, namun bukan berarti engkau mengingkarinya dengan kemungkaran juga! Yaitu sikap yang tidak sopan.
Simak ucapan Ulama berikut:
Bahkan, jika orangtua berbeda agamapun, seorang anak tetap harus berprilaku baik, karena itulah cara mendakwahi mereka, Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. )Luqman:15)
Jadi, bukan berarti ketika engkau benar, maka semena-mena memperlakukan orang lain yang salah dengan kasar, apalagi itu orangtua sendiri!
Ingatlah betapa susahnya mereka melahirkan, merawat dan membesarkanmu! Mereka menyekolahkanmu agar kau menjadi terdidik, bukan menggurui mereka.
Allah Ta’ala berfirman:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (Luqman: 14)
Maka, berlaku baik dan sopan kepada orangtua itulah cara terbaik mendakwahi mereka, karena mereka tidak peduli dengan seberapa tinggi ilmumu, tapi yang penting bagi mereka adalah apakah ilmu itu meresap dalam dirimu dan engkau lakukan atau tidak.

Semoga Allah Ta’ala menolong kita agar dapat selalu berbakti kepada orangtua…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *