Jangan Berlebihan!

Jangan-Berlebihan.jpg

Dari Jabir bin Abdillah, ia berkata, Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

يُجْزِئُ مِنَ الْوُضُوْءِ اَلْمُدُّ وَمِنَ الْجَنَابَةِ الصَّاعُ  فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ : لَا يَكْفِيْنَا ذَلِكَ يَا جَابَرُ ؟ فَقَالَ : قَدْ كَفَى مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنْكَ وَأَكْثَرَ شَعْرًا

Satu mud air cukup untuk berwudhu, satu sha’ cukup untuk digunakan mandi junub. Berkatalah seorang lelaki kepada Jabir, “ hal tersebut tidak cukup bagi kami wahai Jabir! , maka jabir pun menanggapi : sungnguh, hal tersebut telah mencukupi bagi orang yang lebih baik daripada kamu dan orang yang memiliki rambut yang lebih lebat (daripada kamu) (Yakni, Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam-pen). (HR. Ibnu Khuzaemah di dalam Shahihnya)

Seorang lelaki yang berkata kepada Jabir –dalam hadis ini- adalah al-Hasan bin Muhammad bin Ali bin Abi Thalib, yang dikenal dengan julukan Ibnu al-Hanafiyah, hal ini sebagaimana ditegaskan secara menyakinkan oleh pengarang kitab “al-‘Umdah”(lihat, Fathul baariy, 1/436)

Ihtisab dalam Hadis

Di dalam hadis ini terdapat beberapa faedah dan pelajaran terkait dengan ihtisab (amar ma’ruf nahi munkar), di antaranya, yaitu :

1. Dibencinya menggunakan air secara berlebihan secara umum. Maka, berlebihan merupakan tindakan yang sangat dibenci oleh syariat, bahkan pelakunya juga dibenci alias tidak disukai, sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah azza wajalla,

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan (Qs. Al-A’raf : 31)

وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ جَنَّاتٍ مَعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ كُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ [الأنعام : 141]

Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan (Qs. Al-An’am : 141)
Maka, dari itu, janganlah Anda termasuk golongan orang yang suka berlebih-lebihan!

2. Dianjurkannya bagi orang yang melihat saudaranya berlebihan dalam menggunakan air untuk mengingatkannya. Agar ia berhemat dengan menggunakannya secukupnya saja sesuai dengan yang dibutuhkannya.

3. Terkadang dibolehkan dalam mengingatkan dengan menggunakan bahasa yang terkesan keras (selama dibutuhkan) kepada orang yang terkesan membantah terhadap syariat. Yaitu dengan mengingatkan bahwa kebaikan itu terletak pada apa yang dituntunkan oleh syariat.

4. Ditekankannya bagi orang-orang yang menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran untuk mengikuti parkataan Nabi dan tindakan-tindakannya (selagi tidak menunjukkan kekhususan bagi beliau), dan memberikan warning (peringatan) terhadap manusia dari tindakan yang menyelisihi syariat Allah dan RasulNya.

Wallahu a’lam

Penulis :

Amar Abdullah bin Syakir

Sumber :

Banyak mengambil faedah dari “ al-Ihtisab Fii Shahih Ibni Khuzaemah”, karya : Abdul Wahab bin Muhammad bin Fayi’ ‘Usairiy (hal. 27, dengan gubahan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: