Jangan Bersumpah Kecuali Dengan Nama Allah Ta’ala!

Untitled-1.jpg

Defenisi Bersumpah

Yaitu penegasan dengan menyebut sesuatu yang diagungkan dengan cara khusus.

Hukum Bersumpah Dengan Selain Allah Ta’ala

Keagungan hanya milik Allah Ta’ala, maka tidak boleh bersumpah dengan selain-Nya. Dan bahkan para ulama telah berijma’ akan hal itu bahwasanya tidak boleh bersumpah dengan selain Allah atau dengan salah satu nama dan sifat-Nya.

Jadi, bersumpah dengan selain-Nya adalah kesyirikan, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘Anhumaa bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

روى ابن عمر رضى اللّه تعالى عنهما : أن رسول اللّه صلى الله عليه وسلم قال : « من حلف بغير اللّه فقد كفر أو أشرك » رواه أحمد وغيره .

“Barangsiapa yang bersumpah dengan selain Allah maka ia telah berbuat kufur atau syirik”. (HR Ahmad dan lain-lain)

Dan dari Ibnu ‘Umar bahwasanya ia mendapati bapaknya (Umar Bin Khattab) ketika berkendara bersumpah dengan nama orangtuanya, maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pun menegurnya seraya bersabda:

عن ابن عمر أنه أدرك عمر بن الخطاب في ركب وهو يحلف بأبيه، فناداهم رسول الله صلى الله عليه وسلم: « ألا إن الله ينهاكم أن تحلفوا بآبائكم، فمن كان حالفا فليحلف بالله ، وإلا فليصمت » متفق عليه.

 

“Sesungguhnya Allah melarang kalian dari bersumpah dengan menyebut nama bapak-bapak kalian, maka barangsiapa yang bersumpah maka bersumpahlah dengan Allah atau jika tidak maka diamlah”. (HR Muttafaq ‘Alaihi)

Namun perlu dijelaskan bahwa syiriknya bersumpah dengan nama selain Allah ini adalah jenis syirik kecil, kecuali jika dzat yang ia bersumpah dengannya itu ia agungkan sampai kepada derajat peribadatan kepadanya maka disini ia telah berbuat syirik akbar.

Contoh-contoh Bersumpah Dengan Selain Allah Ta’ala:

 Seperti bersumpah dengan ka’bah, nabi, wali, dan lain-lain dari makhluk Allah Ta’ala.

 Kaffarah Atas Sumpah Dengan Selain Allah Ta’ala

Barangsiapa yang bersumpah dengan selain Allah maka wajib baginya untuk bertaubat dan tidak mengulanginya kembali, dan hendaklah ia mengucapkan “Laa Ilaaha Illallaah”, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

عن أبي هريرة عن النبي صلى اللَّه عليه وسلم ، قال : « من حلف فقال في حلفه باللات والعزى ، فليقل لا إله إلا اللَّه » متفق عليه .

“Barangsiapa yang bersumpah kemudian ia didalam sumpahnya menyebut nama Latta dan Uzza (nama berhala di jahiliyah) maka hendaklah ia mengucapkan: “Laa Ilaaha Illallaah”. (HR Muttafaq ‘Alaihi)

Sumber: http://majles.alukah.net/t8306/

Muhammad Hadhrami Achmadi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: