Jangan Larang Anak Untuk Segera Menikah: Antisipasi Zina Mata dan Hati

dasbor-1.jpg

Perkembangan zaman yang begitu cepat juga menyebabkan naiknya taraf hidup, maka tak ayal keinginan berumah tangga harus benar-benar melihat kemampuan finansial yang disesuaikan dengan tuntutan hidup.
Dulu zaman orangtua dan kakek nenek kita, mereka dapat segera berumah tangga, dan tidak dipusingkan oleh tuntutan hidup yang tinggi, karena mereka merasa cukup hidup dengan hasil kebun sendiri, walaupun tidak seberapa.
Namun kini, bukan hanya tentang pangan, tapi juga sandang yang terikat dengan gengsi, dari tempat tinggal, kendaraan dan kualitas lembaga pendidikan anak. Maka dari itu akhirnya, banyak pemuda-pemudi yang menelan ludah tidak dapat menyegerakan kebutuhan yang sudah mereka rasakan karena faktor-faktor yang tadi, padahal Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنْ اسْتَطَاعَ منكُم الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ ) .

“Wahai para pemuda siapa diantara kalian yang mampu (fisik dan pembiayaan) maka menikahlah. Karena ia dapat menahan pandangan dan menjaga kemaluan dan barang siapa yang belum mampu, hendaknya dia berpuasa karena itu menjadi tameng baginya”. (HR Bukhari Muslim)

Nabi Shalallahu’Alaihi Wa Sallam sangatlah paham kebutuhan seorang lelaki, apalagi di masa muda yang penuh gejolak, maka kebutuhan biologis sangatlah urgen untuk di penuhi, karena Islam melarang dari segala bentuk perzinahan, meski itu dengan mata dan hati.
Sesuai dengan sabdanya:

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَا، مُدْرِكٌ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ، فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الِاسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلَامُ، وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

”Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas diri anak keturunan Adam bagiannya dari zina. Dia mengetahui yang demikian tanpa dipungkiri. Mata bisa berzina, dan zinanya adalah pandangan (yang diharamkan). Zina kedua telinga adalah mendengar (yang diharamkan). Lidah (lisan) bisa berzina, dan zinanya adalah perkataan (yang diharamkan). Tangan bisa berzina, dan zinanya adalah memegang (yang diharamkan). Kaki bisa berzina, dan zinanya adalah ayunan langkah (ke tempat yang haram). Hati itu bisa berkeinginan dan berangan-angan. Sedangkan kemaluan membenarkan yang demikian itu atau mendustakannya.” (HR. Bukhari no. 6243 dan Muslim no. 2657. Lafadz hadits di atas milik Muslim).

Untuk itu, sebagai orangtua yang bijak, tentu selayaknya paham posisi yang dihadapi oleh sang anak, dilema yang ia rasakan harus hidup di tengah masyarakat yang aurat tidak tertutup namun mau tidak mau ia harus terus menjaga mata dan hati.
Mencegah lebih baik daripada mengobati, sebelum sang anak terjerumus ke lembah dosa, menjalin hubungan haram dengan lawan jenis, maka sebaiknya orangtua dapat membantunya untuk menyempurnakan separuh agamanya.
Dan janganlah ditakutkan masalah rejeki, karena Allah Ta’ala telah menjamin di dalam firman-Nya

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ


“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui..[An-Nur/24:32 ].

Terakhir, bukankah anak soleh itu sebagai penyelamat? Maka jangan biarkan anak anda tidak Soleh kerena terjerumus ke dalam kubangan dosa yang salah satu faktor penyebabnya adalah karena anda menghalangi dan tidak mendukungnya untuk menjaga kesuciannya.

ustadz : Hadromi Lc

111 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: