Jangan Rusak Puasamu Dengan Ngabuburit.

Jangan-Rusak-Puasamu-Dengan-Ngabuburit..jpg

Sore hari menjelang berbuka memang adalah waktu yang sangat menyenangkan, diantaranya karena pada waktu itu orang-orang tidak lagi sibuk bekerja sehingga memiliki waktu senggang untuk sekedar bersantai atau menyiapkan hidangan berbuka.
Namun bagi anak-anak muda, waktu menjelang magrib ini tidak kalah seru bagi mereka ketimbang asmara subuh, sehingga kita saksikan di sore hari jalan-jalan itu penuh dengan kebisingan lalu lintas yang diisi oleh anak-anak muda yang berseliweran kesana-kemari dengan alasan menunggu waktu berbuka yang dinamakan dengan Ngabuburit.

Sahabat Hisbah, mengisi waktu sebelum berbuka dengan amalan positif tentu sangatlah baik, entah itu menyiapkan hidangan berbuka, mengadakan kajian singkat atau berzikir dan berdoa kepada Allah Ta’ala.

Namun yang namanya anak muda tentu kegiatan-kegiatan seperti diatas tidak menarik bagi mereka, karena bagi mereka hidup adalah untuk kesenangan semata, tanpa menghiraukan rambu-rambu ibadah puasa.
Maka berikut kami rangkum beberapa aktivitas negatif pada ngabuburit yang dapat merusak nilai puasa sobat, agar kedepannya dapat dihindari.

1. Game Online

Menghabiskan sepanjang hari puasa dengan bermain game online di internet nampaknya memang pilihan utama sebagian anak-anak muda kita, miris memang, bagaimana tidak? waktu mereka habis terbuang begitu saja tanpa nilai yang berarti, bagi dunia saja tidak apalagi akhirat. Oleh karenanya memang waktu kosong ini sudah diperingatkan oleh Rasulullah Shalallahu’Alaihi Wa Sallam dalam sabdanya:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang” (HR. Bukhari no. 6412).

2. Balap-balapan

Salah satu aktivitas anak muda yang sangat menggangu kepentingan umum adalah balap-balapan dijalanan, tak jarang mereka membuat kemacetan panjang, ataupun jika tidak, aktivitas seperti ini meski dilakukan oleh satu kendaraan saja sudah sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya, yang mana jika terjadi kecelakaan maka akan menimbulkan efek domino.
Untuk itu, cermati lah hadits berikut:

عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ سعْدُ بْنِ سِنَانِ الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلَّمَ قَالَ : لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ

Dari Abu Sa’id, Sa’ad bin Sinan Al Khudri radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “Tidak boleh melakukan perbuatan (mudharat) yang mencelakakan diri sendiri dan orang lain“
(Hadits hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Daruqutni)

3. Nongkrong

Duduk-duduk dipinggir jalan sambil bercerita memang sangat mengasyikkan bagi sebagian anak muda, namun aktivitas satu ini tidak jarang membuat risih pengguna jalan lainnya yang hendak melewati tempat tersebut, maka hendaklah pilihan ini dihindari, ataupun jika tetap bersikeras, maka terapkanlah aturan-aturannya sebagai berikut:

عَن أَبِي سَعِيدٍ الخدري رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، عَنْ النَّبِي ص م. قَالَ :(( إِيَّاكُمْ وَالجُلُوسَ عَلَى الطُرُقَاتِ- فِي رِوَايَةِ بِالطُرُقَاتِ- فَقَالُوا : مَالَنَابُدٌّ إِنَّمَاهِيَ مَجَالِسُنَا نَتَحَدَّثَ فِيْهَا. قَالَ : فَإِذَا أَبَيْتُمْ إِلَّا لِمَجَالِسَ فَأَعْطُوا الطَّرِيْقَ حَقَّهَا. قَالُوا : وَمَا حَقُّ الطَّرِيقِ؟ قَالَ : غَضُّ البَصَرِ، وَكَفَّ الأَذَى، وَرَدُّ السَّلاَمِ، وَالأَمْرُ بِالْمَعْرُوْفِ، وَالنَّهْيِ عَنْ الْمُنْكَرِ).

Artinya : Dari Abu Said Al-Khudry radhiallahu’anhu dari Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Jauhilah oleh kalian duduk-duduk di jalan”. Maka para Sahabat berkata, “Kami tidak dapat meninggalkannya, karena merupakan tempat kami untuk bercakap-cakap”. Rasûlullâh shallallâhu ‘alaihi wasallam berkata, “Jika kalian enggan (meninggalkan bermajelis di jalan), maka berilah hak jalan”. Sahabat bertanya, “Apakah hak jalan itu?”. Beliau menjawab: “Menundukkan pandangan, menghilangkan gangguan, menjawab salam, memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran”.
(HR. Bukhari dan Abu Dawud)

4. Pacaran

Terakhir, aktivitas yang sangat merusak nilai puasa adalah pacaran, yang mana hukumnya jelas haram bagi dua lawan jenis yang bukan mahram untuk berinteraksi satu sama lain. Apalagi suasana bulan suci ramadhan ini yang seharusnya diisi dengan taubat dan ibadah, bukan dengan maksiat.
Rasulullah Shalallahu’Alaihi Wa Sallam bersabda:

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ كَانَ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ

“Tidaklah seorang lelaki berduaan dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya adalah setan.” (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad)

Sebagai penutup, usia muda memang usia penuh gejolak dan menolak untuk diatur, namun pertanggungjawaban akhirat itu sudah pasti, sedangkan umur tidak pasti siapa yang tahu akan hidup sampai tua hingga sempat bertaubat, bagaimana jika wafat muda?.

Mari manfaat ramadhan yang tinggal setengah lagi ini dengan sebaik-baiknya amal, dengan memperbanyak ibadah dan memohon ampunan kepada Allah Ta’ala.

Muhammad Hadhrami, LC.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: