Jangan Sepelekan Perkataan Orangtua

awal-fto-hhjhj-3.jpg

Masa muda masa yang penuh gejolak, masa dimana seseorang mulanya seorang anak kecil beranjak mulai dewasa, yang mulanya segala urusannya diurus oleh orangtua, namun kemudian ia merasa sudah mandiri dalam segala hal, tidak ingin lagi urusannya banyak dicampuri, dan seterusnya.

Orangtua sangat dimuliakan di dalam Islam, bahkan kepatuhan kepada mereka diletakkan setelah ketaatan kepada Allah Ta’ala, sesuai firman-Nya:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua” (QS. An Nisa: 36).

 

Mengapa sampai demikian, karena itu merupakan balasan atas tanggungjawab mereka yang begitu besarnya, dari kewajiban memberi nafkah yang membuat mereka harus bekerja siang malam, hingga kewajiban mendidik anak yang membuat mereka tidak bisa tidur karena memikirkan perangai dan masa depan anak mereka, itu semua karena sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رعيته وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ ألا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara adalah pemimpion atas rakyatnya dan akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin atas anggota keluarganya dan akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang isteri adalah pemimpin atas rumah tangga dan anak-anaknya dan akan ditanya perihal tanggung jawabnya.  Seorang pembantu/pekerja rumah tangga adalah bertugas memelihara barang milik majikannya dan akan ditanya atas pertanggungjawabannya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya (diminta pertanggungan jawab) darihal hal yang dipimpinnya” (HR.Muslim).

 

Maka, sebagai seorang anak tidak ada lagi alasan untuk tidak berbakti kepada orangtua, setidaknya atas dasar karena telah melahirkannya dengan susah payah saja itu sudah cukup sebagai alasan, Allah Ta’ala berfirman menggambarkan betapa susahnya mengandung seorang anak:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS Luqman: 14)

 

Untuk itu, menyepelekan apalagi sampai membangkang kepada orangtua adalah perkara yang besar, jangankan itu, sekedar melenguh mengucapkan ‘Ah’ saja itu sudah tidak boleh dilakukan, Allah Ta’ala berfirman:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “Ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS. al-Isra: 23)

 

Bayangkan berapa banyak kita sudah melakukannya?

Terakhir, pasti menjadi pertanyaan mengapa sampai begitu serius perkara ini? Salah satu jawabannya adalah karena orangtua memiliki doa yang sangat mustajab, bukan hanya di akhirat, namun juga di dunia, bukan hanya doa keselamatan namun juga berlaku mesti doa itu berisi keburukan kepada si anak jika ia durhaka.

Camkan hadits Nabi berikut:

ثلاث دعوات مُسْتَجَابَاتٌ لَهُنَّ لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدَيْنِ عَلىَ وَلَدِهِمَا

“Ada tiga jenis doa yang mustajab (terkabul), tidak diragukan lagi, yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang yang bepergian dan doa kejelekan kedua orang tua kepada anaknya.” (Diriwayatkan oleh Al Bukhari)

 

Maka, bukan hanya jika ingin selamat di akhirat, sukses di duniapun jangan sampai menyepelekan doa, dukungan dan restu kedua orangtua. Karena, jika bukan karena mereka, seorang anak bukanlah siapa-siapa.

 

Semoga Allah Ta’ala memberikan kita semua anak yang soleh dan berbakti.

 

ustadz : Hadromi Lc

122 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: