Jauhi Perayaan Orang-orang Fasik

Perdebatan mengenai hukum merayakan malam tahun baru mungkin tidak akan ada habisnya, apakah hal itu masuk ke larangan tasyabbuh atau meniru kaum kuffar atau tidak.

 

Namun, setidaknya tidak dapat dipungkiri oleh siapapun bahwa perayaan malam tahun baru dominannya diisi oleh banyak hal haram dan kebanyakan yang merayakannya adalah mereka yang melakukan hal haram dan kefasikan itu.

Maka tentu seorang mukmin tidak sepatutnya ikut berbaur bersama orang-orang fasik di acara yang berisi hal-hal haram, seperti petasan dan kembang api yang mubazir itu, ikhtilat atau campur baurnya laki-laki dan perempuan, banyaknya miras, obat terlarang, zina dan lain sebagainya.



Nabi bersabda:

اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ الرِّبَا وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلَاتِ

“Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan”. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah itu? Beliau bersabda: “Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan haq, memakan riba, makan harta anak yatim, kabur dari medan peperangan dan menuduh seorang wanita mu’min yang suci berbuat zina”. (HR Bukhari)

 

Dan lebih khusus, bahwa hadir di momen seperti itu haram hukumnya, Allah Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا

Dan orang-orang yang tidak melihat az zuur, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya” (QS. Al Furqan: 72).
Ibnu Abbas radhiallahu’anhu mengatakan: “az zuur adalah hari-hari perayaan kaum musyrikin” (Tafsir Al Qurthubi).

Dan Khalifah Umar bin Al Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah berkata,

اجتنبوا أعداء الله في عيدهم فإن السخطة تنزل عليهم

“Jauhilah musuh-musuh Allah saat hari raya mereka, karena dikhawatirkan azab Allah turun atas mereka” (HR. Bukhari dalam At Tarikh Al Kabir no. 1804, dengan sanad hasan).



Maka, tahanlah diri, jaga keluarga dan orang-orang terdekat untuk tidak ikut-ikutan merayakan malam tahun baru itu.

Tidak ada manfaat dan hanya mendatangkan mudharat bagi dunia dan akhirat.

 

Dan kita doakan semoga generasi muda kaum muslimin semakin banyak yang sadar, taubat dan istiqamah menjalan syariat dalam kehidupan mereka dan tidak lagi hidup dengan pedoman selain Islam.

Subscribe Chanel Youtube Kami

Artikel: www.hisbah.net
Ikuti update artikel kami di Hisbah.net
Youtube: HisbahTv
Instagram: Hisbahnet dan Al Hisbah Bogor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *