Jeratan Riba

Pertanyaan pertama:
Assalamu’alaikum, nama Saya Fathul Qorib. Saya terjerat riba karena membantu teman saya. Akhirnya saya yang terjerat riba. Dan sampai sekarang saya belum tau caranya di mengakhiri pinjaman online. Dan tidak bisa melunasinya.

Mohon bantuan sarannya agar saya bisa berhenti dari riba. Dan beribadah dengan tenang. mohon bimbinganya

Pertanyaan kedua:

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu. Lantas bagai mana anda bisa keluar dari jeratan riba. Saya juga terjerat riba sampai sekarang


Jawab :

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuhu

Alhamdulillah.

Telah dimaklumi bahwa riba diharamkan oleh Allah azza wajalla.

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba (Al Baqarah : 275)

Karenanya, tidak boleh melakukan transaksi ribawi, tidak boleh juga membantu orang lain untuk melakukan praktek riba, tidak boleh juga membantu orang lain yang mengakibatkan dirinya sendiri terjerat ke dalam praktek riba yang diharamkan ini.

Tidak diragukan bahwa membantu teman (dalam kebaikan, semisal menutupi kebutuhannya atau yang lainya) merupakan perbuatan yang mulia, memiliki keutamaan yang besar dan sangat dianjurkan dalam agama kita sepanjang seseorang mampu melakukannya, Nabi ﷺ bersabda

مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ…

Barang siapa meringankan atau menghilangkan kesusahan seorang mukmin dari kesusahan dunia, niscaya Allah bakal menghilangkan darinya kesusahan dari kesusahan pada hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan orang yang dalam kesulitan niscaya Allah bakal memberikan kemudahan kepadanya di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi aib seorang muslim niscaya Allah bakal menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan, Allah akan senantiasa menolong seorang hamba selagi hamba tersebut menolong saudaranya… (HR. Muslim)

Namun, cara yang dilakukan dalam upaya membantu teman haruslah juga dilakukan dengan cara atau jalan yang baik dan benar. Tidak dengan cara yang justru mengakibatkan diri sendiri terjatuh ke dalam perkara yang diharamkan yang justru akan membinasakan dirinya sendiri semisal melakukan praktek ribawi sebagaimana yang disebutkan dalam pertanyaan. Karena, Allah ﷻ berfirman

وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik (Qs. Al Baqarah : 195)

Kemudian, barangsiapa terjerat ke dalam praktek riba atau melakukan praktek riba, maka hendaklah ia segera bertaubat dari perbuatan tersebut karena perbuatan tersebut merupakan salah satu dosa yang harus dijauhi, bahkan termasuk dosa besar yang membinasakan. Rasulullah ﷺ bersabda

اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ الرِّبَا وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلَاتِ

Jauhilah oleh kalian tujuh perkara yang membinasakan ! Para sahabat berkata, wahai Rasulullah apa sajakah itu? beliau bersabda, menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali karena alasan yang benar, makan riba, maka harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh zina wanita menjaga diri beriman lagi lalai (HR. Al Bukhari)

Begitu besarnya dosa riba, pantas Rasulullah ﷺ melaknat pelakunya, sebagaimana diriwayatkan oleh Jabir رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ

Rasulullahﷺmengutuk orang yang makan harta riba, yang memberikan riba, penulis transaksi riba dan kedua saksi transaksi riba. Mereka semuanya sama (berdosa). (HR. Muslim)

Yang nampak bahwa Anda masuk dalam lingkaran riba ini sebagai pihak yang memberi riba. Karena Anda meminjam sejumlah uang kepada pihak jasa keuangan (pinjaman online) dan anda menyetujui untuk mengembalikan pokok pinjaman plus bunganya.

Maka, segeralah Anda bertaubat darinya.

Adapun cara bertaubatnya, hendaklah Anda mengakui dosa Anda tersebut, Anda menyesalinya, Anda meninggalkan praktek riba tersebut, hendaklah anda bertekad untuk tidak kembali melakukannya, hendaklah Anda beristiqamah, dan hendaklah Anda mengadakan perbaikan.

Adapun cara mengakhiri pinjaman online, maka segeralah Anda melunasi pokok hutang Anda, dengan terus berusaha sekuat tenaga mencari uang dengan cara yang halal untuk dapat melunasi hutang Anda tersebut, dan iringilah usaha Anda tersebut dengan tawakkal dan doa kepada Allah, salah satu doa yang hendaknya Anda banyak memanjatkannya adalah doa yang diajarkan Nabi ﷺ berikut

اَللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Allahummak finii bi halaalika ‘an haraaamika Wa agh ninii bi fadhlika ‘an man siwaaka

Ya Allah! Cukupilah aku dengan rezeki-Mu yang halal (hingga aku terhindar) dari yang haram. Perkayalah aku dengan karunia mu (hingga aku tidak meminta) kepada selain mu (HR. At Tirmidzi)

Barang kali pula, Anda juga bisa mencari komunitas Anti Riba misalnya, barangkali mereka dapat membantu Anda dalam upaya melunasi hutang riba Anda tersebut.

Wallahu A’lam

 

Artikel: www.hisbah.net
Ikuti update artikel kami di Hisbah.net
Youtube: HisbahTV
Instagram: Hisbahnet dan Al Hisbah Bogor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *