Kejayaan Umat Ada Pada Dakwah dan Hisbah

kejayaan-islam.jpg

       Pembaca yang di rahmati Allah Ta’ala, tentang kewajiban dakwah, penulis rasa pembaca sudah familiar dengan hadits sampaikanlah dariku walau satu ayat, dan apa-apa yang menjadi keutamaannya dari raihan pahala dan derajat yang tinggi, namun dikesempatan kali ini penulis ingin mengajak pembaca ke masalah yang lebih dalam, yaitu tentang Hisbah. Apakah Hisbah itu, hubungannya dengan dakwah dan konsekuensinya? Hisbah adalah istilah singkat untuk kalimat Amar makruf nahi mungkar, dan hubungannya dengan dakwah itulah yang akan kita dalami disini.

Hubungan Hisbah dengan Dakwah

Dakwah dalam artian menyebarkan ilmu agar kaum muslimin beragama dengan benar, maka Hisbah dapat dipandang sebagai penjaga dari hasil dakwah tersebut. Amar Makruf Nahi Munkar, agar kaum muslimin selalu saling ingat mengingatkan tentang kebajikan dan saling nasehat menasehati dari kemungkaran.

 

Konsekuensi Hisbah

Bisa kita bayangkan apa yang sekiranya terjadi jika usaha dakwah yang ibaratnya berkebun, setelah kebun tersebut siap panen malah tidak dijaga, maka akan rusaklah semuanya, dirusak hama atau dicuri. Begitulah jika Hisbah tidak ditegakkan, maka sia-sialah semuanya, ketika dakwah mengajarkan bahwa yang ini halal yang itu haram namun tidak ada prakteknya, para pengkonsumsi haram tidak ditindaklanjuti dan terkesan malah dibiarkan saja mengajak orang-orang untuk mengikuti mereka tentu lama kelamaan kebenaran akan dikalahkan kembali, dan orang-orang baik akan terbuang dari tempat mereka.

Oleh karena itu, Allah Ta’ala sangat murka dengan suatu kaum yang saling tidak peduli dengan ketimpangan yang ada, orang-orang soleh mereka hanya memikirkan diri sendiri, dan hasilnya apa? Apakah mereka selamat? tidak! Orang-orang seperti mereka juga akan terkena azab, sebagaimana firman-Nya:

 

{وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ}

“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya” QS Al Anfal 25

sebabnya apa? Berikut dijelaskan:

 

كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ

“Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” QS Al Maidah 79

Inilah Kejayaan itu!

 

Dalam surat Ali Imran ayat 110 Allah menyebutkan bahwa kita umat islam ini adalah khoiru ummah, ummat terbaik! Dan sifat tersebut disandingkan dengan sebabnya, yaitu Amar Makruf Nahi Munkar. Maka mafhumnya adalah gelar itu otomatis hilang dari kita jika Amar Makruf Nahi Munkar yang kita sebut Hisbah ini hilang dari kita.

Maka dari itu saudara pembaca,wajib bagi kita untuk selalu mengkombinasikan dakwah dan hisbah dalam perjalanan kita untuk mendapatkan kekayaan itu, sebagaimana firman-nya:

 

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” QS Ali Imran 104

 

Menyeru kepada kebajikan itulah dakwah, dan menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang Munkar itulah hisbah! Menjadi orang-orang yang beruntung itulah kejayaan! Menuai pahala melalui dakwah dan menyelamatkan diri dari kebinasaan bersama orang-orang fasik dengan menegakkan Hisbah atas mereka.

Karena itulah Allah tetap menggolongkan orang-orang yang saleh namun tidak memperdulikan orang lain termasuk golongan yang merugi dalam firman-Nya:

 

وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ﴿٣

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al ‘Ashr: 1-3).

 

Muhammad Hadhrami Bin Ibrahim

 

Rujukan:

وقفات مع آيات الحسبة في القرآن الكريم ص ٢١ تأليف أبي عبد الرحمن صادق بن محمد الهادي

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

415 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: