Kekeliruan Dalam Shalat Jum’at

  1. Meninggalkan Shalat Jum’at Tanpa Alasan Syar’i

  Rasulullah ﷺ bersabda

لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمُ الْجُمُعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنَ الْغَافِلِينَ

 Hendaklah orang-orang yang selama ini meninggalkan shalat Jum’at berhenti dari perbuatan mereka itu, atau Allah akan mengunci hati mereka, lalu mereka pun menjadi orang-orang yang lalai (HR. Muslim)
Alangkah banyak kaum Muslimin pada masa ini yang dengan mudah meninggalkan shalat Jum’at. Semoga mereka tersadar dari kesesatan mereka. Amin

 

  1. Melakukan Hal-hal yang Dapat Mengurangi Pahala Shalat Jum’at
  • Tidak bersegera Menuju ke Masjid

Sebagian orang tidak bersegera menuju ke masjid unutk shalat Jum’at. Semestinya, seorang Muslim, bersegara menuju masjid untuk menghadiri Ibadah Shalat Jum’at. Sebagaimana yang Allah ﷻ perintahkan dalam firmannya

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

 Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui (Qs. al-Jum’ah: 9)

 Bahkan, dianjurkan seseorang datang ke masjid lebih awal. Nabi ﷺ memotivasi ummatnya untuk melakukannya, seraya bersabda

مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاغْتَسَلَ ثُمَّ بَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنَ الإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا

 Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at dan membersihkan dirinya, lalu bersegara datang (ke masjid) pada awal waktu dengan berjalan kaki dan tidak berkendaraan, lalu mengambil posisi dekat kepada imam (khatib) dan menyimak khutbahnya tanpa berbicara, maka untuk setiap langkah kakinya dia mendapat pahala berpuasa dan shalat selama satu tahun (HR. Abu Dawud)

  • Memilih Posisi yang Jauh dari Posisi Khathib

Sebagian orang, padahal ia datang ke masjid lebih awal, menempatkan diri di tempat yang jauh dengan imam (khathib). Ia biasa tidak mendekat kepada imam. Padahal, semestinya ia mendekatkan posisi dirinya kepada imam, sebagaimana diperintahkan oleh Nabi ﷺ

احْضُرُوا الذِّكْرَ وَادْنُوا مِنَ الْإِمَامِ فَإِنَّ الرَّجُلَ لاَ يَزَالُ يَتَبَاعَدُ حَتَّى يُؤَخَّرَ فِى الْجَنَّةِ وَإِنْ دَخَلَهَا

Hadirilah dzikir (khutbah), dan dekatkanlah diri kalian kepada imam. Sebab tidaklah seseorang senantiasa mengambil tempat yang jauh dari imam, melainkan dia akan diakhirkan masuk ke dalam Surga, meskipun dia memasukinya (HR. Abu Dawud)

  • Tidak Mandi

Sebagian orang tidak mandi terlebih dahulu sebelum ia menghadiri shalat Jum’at, padahal ia mempunyai kesempatan untuk melakukan hal itu. Tindakannya ini jelas menyelisihi anjuran Nabi ﷺ dalam sabdanya

إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ الْجُمُعَةَ فَلْيَغْتَسِلْ

Apabila salah seorang di antara kalian pergi untuk melaksanakan shalat Jumat, maka hendaklah dia mandi (HR. al-Bukhari Muslim)

  • Berbicara Ketika Imam Sedang Berkhutbah

Terkadang kita melihat dua orang laki-laki datang dan masuk ke masjid sambil berbincang-bincang, sementara khatib sedang berkhutbah. Keduanya masuk dalam ancaman yang disebutkan dalam hadis

إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ : أَنْصِتْ ، يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ

Apabila kamu berkata kepada temanmu,’diamlah’, pada hari Jum’at sementara sang imam tengah berkhutbah, maka sungguh kamu telah melakukan kesia-siaan. (HR. al-Jama’ah)

An-Nadhr bin Syumail رحمه الله menjelaskan: “Yang dimaksud ‘kamu telah melakukan kesia-siaan‘ adalah hilanglah pahala shalat Jum’atmu. Ada yang memaknainya dengan hilanglah keutamaan shalat Jum’at. Ada juga yang berpendapat, shalat Jum’at itu menjadi shalat Zhuhur (Fathul Baariy, II/414)

  • Tidur Ketika Khutbah Sedang Berlangsung

Ibnu ‘Aun meriwayatkan dari Muhammad bin Sirin رحمه الله, dia mengisahkan: Dahulu, para sahabat tidak menyukai apabila seseorang tidur ketika khatib sedang berkhutbah. Bahkan mereka mengkritik perbuatan ini dengan tegas. Tahukah kamu apa yang mereka katakan? Mereka mengatakan bahwa orang-orang yang tidur ketika khatib sedang berkhutbah itu bagaikan pasukan perang yang gagal. Ya, mereka gagal mendapatkan ghanimah (harta rampasan perang) (Tafsir al-Qurthubiy, 8/177)

  • Membelakangi Khatib dan Kiblat Ketika Berkhutbah

Imam Ibnul Qayyim رحمه الله menjelaskan petunjuk Nabi ﷺ dan para sahabat dalam kaitannya dengan Khutbah Jum’at: “Apabila Rasulullah sudah berdiri dan berkhutbah pada hari Jum’at, para sahabat menghadapkan wajah mereka kepada beliau. Begitu pula, beliau menghadapkan wajahnya ke arah mereka ketika berkhutbah (Zaadul Ma’aad, I/430)

Akan tetapi, sebagian orang pada masa sekarang memilih bersandar di dinding atau tiang masjid sambil membelakangi kiblat dan tidak menatap wajah khatib (imam). Perbuatan demikian sungguh aneh.

  • Bermain-main dengan Kerikil, Alat Tasbih, atau Yang Semisalnya (semisal HP di zaman kita) Ketika Imam Sedang Berkhutbah.

Ini merupakan tindakan laghwu (sia-sia), Rasulullah ﷺ bersabda

وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَا

Dan barangsiapa menyentuh kerikil maka dia telah melakukan laghwu (berbuat sesuatu yang sia-sia) (HR. Muslim dan Abu Dawud)

Dianggap demikian karena dia menyibukkan diri dengan kerikil tersebut, sehingga lalai dari upaya menggapai kekhusyu’an dan menghadirkan hati ketika khutbah Jum’at.

  • Melangkahi Pundak dan Mengganggu Jama’ah Shalat Jum’at

Hendaklah setiap orang yang hendak masuk masjid tidak melangkahi pundak orang lain yang sudah lebih dahulu hadir.

Terdapat riwayat dari Abdullah bin Busr; bahwa seorang laki-laki mendekat kepada Nabi ﷺ dengan melangkahi Pundak seseorang pada hari Jum’at. Kemudian beliau, yang kala itu sedang berkhutbah, berseru:

اِجْلِسْ فَقَدْ آذَيْتَ وَآنَيْتَ

Duduklah ! Kamu telah mengganggu dan terlambat datang (HR. Abmad)

 

  1.  Langsung Duduk Ketika Masuk Masjid

Sebagian orang mereka langsung duduk tanpa mengerjakan shalat tahiyatul masjid, terlebih lagi mereka yang datang ketika imam tengah berkhutbah. Dahulu Nabi ﷺ menegur Sahabat yang melakukan demikian dan memerintahkannya agar mengerjakan shalat sunnah tersebut dua rakaat, beliau ﷺ bersabda

إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ وَلْيَتَجَوَّزْ فِيْهِمَا

 Apabila salah seorang dari kalian datang (ke masjid) pada hari Jum’at sementara imam sedang berkhutbah, maka hendaklah ia mengerjakan shalat dua rakaat, dan hendaklah dia meringankan keduanya (HR. Muslim)

Wallahu A’lam

 

Sumber :

Al-Qaulu al-Mubiin Fii Akhthaa-I al-Mushallin, Syaikh Masyhur Hasan Salaman (ei, hal.430-471). Dengan ringkasan

Amar Abdullah bin Syakir

Artikel: www.hisbah.net
Ikuti update artikel kami di Hisbah.net
Youtube: HisbahTv
Instagram: Hisbahnet dan Al Hisbah Bogor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *