Kerusakan Yang Ditimbulkan Oleh Perbuatan Zina (bag.2)

awal-3.jpg

Pada bagian pertama tulisan ini telah disebutkan 9 poin kemudharatan perbuatan zina, berikut adalah kemudharatannya yang lainnya,

10. Munculnya zina termasuk tanda-tanda akan hancurnya alam semesta, di mana telah disebutkan di dalam shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim tentang khutbah Nabi-shallallahu ‘alaihi wasallam- pada saat shalat Khauf, bahwa beliau bersabda,

يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ وَاللَّهِ مَا مِنْ أَحَدٍ أَغْيَرُ مِنَ اللهِ أَنْ يَزْنِيَ عَبْدُهُ ، أَوْ تَزْنِيَ أَمَتُهُ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلاً وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

Wahai umat Muhammad ! Demi Allah, sesungguhnya tidak ada seorang pun yang lebih pencemburu daripada Allah manakala hamba laki-lakinya berzina atau hamba perempuannya berzina. Wahai umat Muhammad ! Demi Allah, seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis .” kemudian beliau-shallallahu ‘alaihi wasallam- mengangkat kedua tangannya dan bersabda, أَلاَ هَلْ بَلَّغْتُ ya Allah, bukankah aku telah menyampaikan ?

Ibnul Qayyim –semoga Allah merahmatinya- berkata, “Disebutkannya dosa besar ini secara khusus setelah shalat kusuf mengandung rahasia yang agung bagi siapa saja yang merenungkannya, dan merajalelanya perbuatan zina termasuk di antara tanda-tanda dekatnya kehancuran alam semesta (al-jawab al-Kafi, hal. 186).

Jadi, berubahnya kondisi matahari dan hilangnya cahayanya dengan terjadinya gerhana merupakan salah satu tanda di antara tanda-tanda berubahnya kondisi dari kondisi yang paling baik kepada kondisi yang paling buruk, dan bisa jadi hal itu disebabkan oleh perbuatan-perbuatan maksiat dan dosa-dosa. Oleh kerena itu, Nabi –shallallahu ‘alaihi wasallam- mengisyaratkan kepada makna ini di dalam shalat kusuf.

11. Zina merupakan penyebab langsung munculnya penyakit-penyakit berbahaya yang mematikan badan dan ia dapat menular melalui faktor generik dari orang tua kepada anak-anaknya dan cucu-cucunya.

12. Zina mendatangkan kemurkaan Allah dan mengundang azab-Nya, karena menurut sunnatullah, bahwa ketika perbuatan-perbuatan keji telah merajalela, maka Allah akan murka dan kemurkaan-Nya sangat besar, dan di zaman sekarang ini, tiap pintu menuju perbuatan keji telah dibuka lebar-lebar, dan setan telah memudahkan jalan jalan kepada hal itu dengan makarnya dan makar kaki tangannya, lalu dia pun diikuti oleh para pelaku maksiat dan orang-orang yang bejat, sehingga merebaklah gaya hidup bersolek dan menampakkan keindahan wajah, penglihatan yang menyimpang dan pandangan kepada yang haram merupakan fenomena yang lumrah dilakukan,namun tidak bagi orang yang dihendaki oleh Allah, pencampurbauran laki-laki dan perempuan banyak terjadi, majalah-majalah busuk dan film-film porno dan keji laris manis, wisata ke negeri-negeri yang banyak terjadi tindak kebejadan, banyak terjadi penodaan kehormatan dengan cara perkosaan atau dengan cara suka sama suka, jumlah anak haram semakin bertambah, dan angka aborsi semakin tinggi.

Semua hal ini termasuk perkara-perkara yang dapat mengundang kemurkaan Allah, kemarahan, dan azab-Nya, dan jika Allah telah murka, maka kemurkaan-Nya pasti melahirkan hukuman di muka bumi.

Abdullah bin Mas’ud berkata, “Tidaklah perbuatan zina merajalela di suatu kampung, melainkan Allah telah mengizinkan kehancurannya.”

13. Demikian pula perbuatan zina termasuk kedalam ujian dan cobaan yang merupakan salah satu di antara tanda-tanda Hari Kiamat, dan hal itu sebagaimana disebutkan dalam shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim dari Anas bin Malik bahwa ia berkata, “Aku benar-benar akan menceritakan kepada kalian suatu hadis yang tidak akan diceritakan kepada kalian oleh seorang pun setelahku, Aku mendengar hadis itu dari Nabi-shallallahu ‘alaihi wasallam-

أَنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ  أَنَّ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَظْهَرَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا وَيَقِلَّ الرِّجَالُ وَيَكْثُرَ النِّسَاءُ حَتَّى يَكُونَ لِلْخَمْسِينَ امْرَأَةً الْقَيِّمُ الْوَاحِد.

Bahwa di antara tanda-tanda hari Kiamat adalah ilmu diangkat, kejahilan merajalela, khamer banyak diminum, zina merajalela, laki-laki jumlahnya sedikit dan perempuan jumlahnya banyak, hingga 50 perempuan hanya memiliki satu laki-laki (yang dapat dinikahi)

 

Sumber :

Wa Laa Taq-rabuu al-fawaahisya, Jamal Abdurrahman Ismail (ei, hal.7-10)

Amar Abdullah bin Syakir

 

 

 

 

 

118 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: