Ketua MUI Larang Paksa Orang Islam Pakai Simbol Natal

Seperti biasa setiap menjelang natal, umumnya pusat perbelanjaan, gerai-gerai, hotel hingga restoran dihiasi berbagai hiasan natal. Bila diperhatikan di setiap mall sudah terpasang pohon natal. Padahal perayaan natal baru akan berlangsung 25 Desember nanti. Tapi mulai sekarang di berbagai kota besar, di setiap mall sudah nampak pohon natal. Banyak perusahaan membuat kebijakan bagi karyawan untuk menggunakan atribut Sinterklas. Bahkan Sebagian besar malah mewajibkan semua karyawan termasuk karyawan Muslim untuk mengenakan atribut ini, salah satunya topi santa. Sehingga banyak pihak turut prihatin akan hal ini.

Padahal KH.Dr.Ma’ruf Amin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa tidak boleh memaksa umat Islam untuk memakai atribut natal. “Jangan ada lagi memaksa-maksa orang Islam untuk memakai simbol-simbol natal, termasuk sinterklas,” tegas Ketua MUI KH Ma’ruf Amin, Kamis (10/12) di Kompleks Parlemen Senayan. Sebagaimana dilansir kiblat.net

http://www.kiblat.net/2015/12/11/ketua-mui-jangan-lagi-paksa-paksa-orang-islam-pakai-simbol-natal/

??????????

Kyai Ma’ruf menekankan agar perusahaan atau lembaga tidak memberikan perintah terhadap orang-orang Islam untuk memakai atribut agama Kristen. Pasalnya, hal itu akan menyinggung perasaan kaum muslimin. Pelarangan itu mengacu Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dikeluarkan pada 7 Maret 1981.

Beliau menambahkan bahwa selama ini belum ada Undang-undang yang mengatur tentang sanksi bagi pihak yang melanggar kerukunan. Karenanya dia mendorong pemerintah agar Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri (PBM) dinaikkan menjadi undang-undang. “Kalau diundangkan kan punya kekuatan hukum,” ujarnya.

www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

23 Komentar

  1. Smoga natal tahun ini menjadikan bapak sekeluarga semakin bahagia. Sukses pak.

    Apakah kalimat diatas termasuk ucapan selamat dan dilarang juga?
    Mohon bantuannya. Krn rekan krja sya banx yg non muslim. Kami sllu toleransi dan sling mnghargai dlam hal ibadah. Sya tau mengucapkan slamat natal itu haram. Tp sy tdk ingin rekan sya tersinggung dgn sikap sya. Apa yg hrus sy lakukan? Mohon bantuannya.

    1. Islam melarang mngucapkan selamat krn itu sm saja kita memeriahkan hari mereka, dan kita bisa sama dg golongan dari mereka

    2. ya ga usah bilang, karena pada umumnya orang kristen ga ada yg tersinggung klo ga di ucapkan selamat natal, ga usah lebay dong

    3. menurut saya anda tidak perlu mengucapkan selamat natal.tidak mengucapkan bukan berarti tidak toleransi. Tapi,saat mereka tersinggung karena anda tidak mengucapkan selamat natal,berarti mereka lah yang tidak toleran,karena mereka tidak menghargai hukum dalam agama Islam.
      Bukankah kita juga tidak memaksa mereka mengucapkan selamat idul fitri saat lebaran,dan ketika mereka tidak mengucapkan selamat idul fitri,kita juga tidak tersinggung.

  2. kalo mereka memaksa juga,balikin aja,kalo tiap idul fitri,mau nggk kalian pake jilbab dn mengucap syahadat?psti nggk mau kan.??makanya umat islam punya hak dong huat nolak pakaian kaum kafir?

    1. Kami nasrani tdk mengharapkan ucapan itu

    2. Apa hubungannya dgn kalimat syahadat????

    3. Hah ? Ini apaan si , gak nyambung . pinter dikit npa

    4. kami kaum nasrani tidak berharap juga diucapkan selamat natal.jangan bilang kalo kaum nasrani kaum kafir!agamaku agamaku,agamamu agamamu!di agama nasrani kami diajarkan untuk kasih,bukan untuk kekafiran!

  3. Kami warga Nasrani juga tak mengharapkan ucapan natal dari kaum muslim, jadijangan kambing hitam hitamkan kami.uurusan kaum mu sendiri, jangan ngurusi urusan kami. Kalau tak iklas, diem saja, lebih baik daripada buat kacau NKRI.

  4. Hei …kamu… ucapin slamat hari natal dong ke aku….
    Hei…..kamu ucapin slamat Idul Fitry dong ke aku…
    aneh…………..aneh….. bok ya urisin yg lebih masuk akal…
    ngak diucapin oleh pihak agama lain juga tetap berjalan tuh perayaannya…

  5. Lakum dinukum wal yadin…Bagimu agamamu bagi ku agama ku … itulah ucapan yang paling tepat. Tidak ada ucapan selamat.

    1. Slogan islam yg gak di indahkan oleh umatnya.
      Kalian punya slogan bolehlah..salut gw.tapi sayang gak ada kenyataannya.agamamu agamamu..agamaku agamaku.teruss ngapain kalian berjihad???ngapain ngusik acara ibadah umat agama lainnya.mikir..??????

  6. hubungan nya kalimat syahadat?sama ucapan natal apa ya??hahahaha,pikiran yg dangkal!

  7. kawan-kawan, look at the brightside nya.
    itu artinya, seseorang bernama haram mengucapkan selamat hari Natal : D

  8. Kenapa Umat Kristen Yang merayakan umat muslim yang ribut ya… dan tidak pernah umat Kristen mengeluarkan perintah untuk agama lain wajib mengucapkan selamat natal… yang lebih aneh lagi mempermasalahkan atribut yang tidak ada dalam kitab suci Alkitab??? rese banget organisasi ini..?? mau nya apa??/ bingung!!! Semoga Ketua MUI menjabat Ketua Panitia Natal Nasional Tahun 2016…

  9. Klu memang haram diucapkan ya gk usah diucapkan, kami jga gk menghrapkan ucapan itu, yg penting saling menghargai, agar kedamaian tercipta di NKRI ini

  10. Ngk penting!!!,..kami ngk btuh ucapan natal Dari orang2 munafik seperti anda!!!

  11. Jangan sok suci lah, tdk ada yg sempurna…

  12. Intinya kita tetap ikut ajaran agama Islam di dalam Al-qur’an . Barang siapa yang ikut2an terhadap cara suatu golongan maka dia termasuk golongan itu di dalamnya. Berpakaian ala2 yahudi dan nasrani di hari natal itu memang tidak di perbolehkan sama sekali oleh agama Islam. Buat agama lain kalau tidak tau soal ajaran agama Islam harap diam,dan jangan sok pintar. Kami Ummat Islam pun tidak butuh ucapan selamat hari raya idul fitri dari mulut kalian. Cukup diam dan lihat itu lebih baik.
    “untukmu agamamu dan untukku agamaku.”

Tinggalkan Balasan ke rara Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *