Keutamaan Shalat Tatawwu’ (bag.2)

Keutamaan-Shalat-Tatawwu-bag-2.jpg

Pembaca yang budiman, pada edisi sebelumnya telah disebutkan tentang pengertian shalat tathawwu’ dan empat keutamaannya, yaitu :

1. Shalat tathawwu’ dapat menyempurnakan shalat wajib dan menutupi kekurangannya.

2. Shalat Tathawwu’ dapat mengangkat derajat seorang dan menghapus kesalahannya.

3. Memperbanyak shalat sunnah merupakan sebab terbesar masuknya seseorang ke dalam Surga, untuk menemani Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam-.

4. Shalat Tathawwu’ adalah amalan sunnah zhahir yang paling utama setelah jihad dan ilmu baik mempelajari maupun mengajarkannya.

Berikut ini adalah keutamaan shalat tathawwu’ yang lainnya,
5. Shalat Tathawwu’ di rumah dapat melahirkan keberkahan.

Hal ini berdasarkan hadis Jabir bin Abdillah, bahwa Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam– pernah bersabda,

إِذَا قَضَى أَحَدُكُمُ الصَّلاَةَ فِى مَسْجِدِهِ فَلْيَجْعَلْ لِبَيْتِهِ نَصِيبًا مِنْ صَلاَتِهِ فَإِنَّ اللَّهَ جَاعِلٌ فِى بَيْتِهِ مِنْ صَلاَتِهِ خَيْرًا

Apabila salah seorang di antara kamu usai shalat di masjid, hendaknya ia menyisakan waktu untuk shalat di rumahnya. Karena Allah menjadikan kebaikan pada shalatnya di rumah tersbut (HR. Muslim)

Juga berdasarkan hadis Zaed bin Tsabit yang berderajat marfu’. Dalam hadis itu tercantum :

فَصَلُّوا أَيُّهَا النَّاسُ فِي بُيُوتِكُمْ فَإِنَّ أَفْضَلَ الصَّلَاةِ صَلَاةُ الْمَرْءِ فِي بَيْتِهِ إِلَّا الْمَكْتُوبَةَ

Wahai manusia, shalatlah kalian di rumah kalian, karena yang paling utama bagi seseorang adalah di rumahnya, kecuali shalat wajib (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam lafzah hadits Muslim :

فَعَلَيْكُمْ بِالصَّلاَةِ فِى بُيُوتِكُمْ فَإِنَّ خَيْرَ صَلاَةِ الْمَرْءِ فِى بَيْتِهِ إِلاَّ الصَّلاَةَ الْمَكْتُوبَةَ

Hendaklah kalian shalat di rumah kalian, karena shalat terbaik bagi seseorang adalah di rumahnya, selain shalat wajib.

Juga berdasarkan hadis Ibnu Umar,

اجْعَلُوا فِي بُيُوتِكُمْ مِنْ صَلَاتِكُمْ وَلَا تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا

Sisihkanlah shalatmu untuk dilakukan di rumahmu, dan jangan menjadikan rumahmu itu sebagai kuburan (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Imam an-Nawawi menyatakan,”Shalat sunnah dianjurkan di rumah, karena dengan demikian akan lebih jauh dan lebih terhindar dari sikap riya serta lebih menjaga dari hal-hal yang membatalkan ibadah, agar rumah pun dipenuhi berkah shalat, dituruni rahmat dan para malaikat, serta dijauhi oleh setan.” (Lihat, Syarah Muslim oleh an-Nawawi VI : 314)

6. Shalat Tathawwu’ dapat menanamkan kecintaan seorang hamba terhadap Allah.

Hal ini berdasarkan hadis Abu Hurairah bahwa Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam– bersabda, “Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِي عَنْ نَفْسِ الْمُؤْمِنِ يَكْرَهُ الْمَوْتَ وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ

Barang siapa memusuhi waliKu, maka aku menyerukan perang dengannya. Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan yang lebih Aku cintai daripada amalan yang Kuwajibkan kepadanya. Seorang hamba akan terus mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah, hingga Aku mencintainya. Bila aku telah mencintainya, Aku akan menjadi Penjaga pendengarannya yang dengannya ia mendengar, menjadi Penjaga penglihatannya yang dengannya ia melihat, Penjaga tangannya yang dengannya ia memegang, dan menjadi Penjaga kakinya yang dengannya ia berjalan. Bila ia meminta, pasti akan Aku berikan. Bila ia meminta perlindungan, pasti Aku beri perlindungan. Tidak pernah aku merasa bimbang sebagaimana ketika Aku mencabut nyawa seorang mukmin yang tidak menyukai kematian, sementara Aku tidak ingin menyakitinya (HR. Al-Bukhari)

Secara zhahir, bahwa kecintaan Allah kepada seorang hamba itu akan muncul bila seorang hamba konsekwen melaksanakan kewajibannya dan selalu berusaha melakukan pendekatan diri kepadaNya melalui ibadah-ibadah sunnah setelah melaksanakan yang wajib, baik itu berupa shalat, puasa, zakat, haji dan ibadah lainnya (Fathul Baari, Ibnu Hajar XI:343)

7.Kesempurnaan ibadah Tathawwu’ dapat menambah rasa syukur seorang hamba kepada Allah.

Hal ini berdasarkan hadits Aisyah bahwa Nabi biasa melakukan shalat malam hingga telapak kakinya membengkak. Aisyah bertanya, Wahai Rasulullah, kenapa Anda lakukan itu, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosa Anda yang terdahulu maupun yang akan datang ?” Beliau menjawab, “Tidakkah aku pantas menjadi hamba yang bersyukur ?” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Juga dari Mughirah bin Syu’bah diriwayatkan bahwa ia bercerita,”Rasulullah biasa melakukan shalat malam hingga kedua telapak kakinya bengkak-bengkak. Ada orang bertanya, “Bukankah Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang terdahulu maupun yang akan datang?” Beliau menjawab,”Tidakkah aku pantas menjadi hamba yang bersyukur?” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Wallahu a’lam

Penulis : Amar Abdullah bin Syakir

Sumber :

Shalatu at-Tathawwu’ ; Mafhuumun, Wa Fadha-ilun, Wa Aqsa-mun, Wa An-wa’un Wa Aadaabun Fii Dhau-i al-Kitab Wa as-Sunnah, Dr. Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani (e,i, hal : 6-8)

Amar Abdullah bin Syakir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: