Keutamaan Tauhid (bagian 1)

allah.jpg

Pembaca yang budiman, tauhid merupakan tujuan utama diutusnya para nabi dan rasul, mereka tidak diutus kecuali untuk menyeru ummatnya untuk mentauhidkan Allah subhanahu wata’ala dan tidak menyekutukanNya. Tauhid juga memiliki banyak keutamaan. Dalam tulisan ini, kami akan membahas beberapa keutamaan tauhid, yang insya Allah akan dibagi menjadi beberapa bagian. Berikut adalah keutamaan tauhid bagian pertama :

1. Allah akan menghapus dosa-dosa orang yang mentauhidkan-Nya.

Dalilnya adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘aliahi wa sallam dalam sebuah hadits qudsi, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi berfirman:

يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيْتَنِي لاَ تُشْرِكُ بِي شَيْئاً لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً.

“Wahai anak Adam, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan dosa sepenuh bumi, sedangkan engkau ketika mati tidak menyekutukan Aku sedikit pun juga, pasti Aku akan berikan kepadamu ampunan sepenuh bumi pula.” (HR. At-Tirmidzi (no. 3540), ia berkata, ‘Hadits hasan gharib’).

2. Tauhid adalah tingkat keimanan yang tertinggi

Rasulullah shallallahu ‘aliahi wa sallam bersabda :

الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ (صحيح مسلم : 1 / 46)

“Iman itu memiliki tujuh puluh sekian atau enam puluh sekian cabang, paling utamanya adalah ucapan, laa Ilaaha Illallah,  dan paling rendahnya adalah menyingkirkan gangguan dari jalan.” Dan, rasa malu adalah bagian dari iman.” (HR. Muslim).

Perlu diketahui bahwa laa Ilaaha Illallah tidak cukup hanya diucapkan di lisan saja. Akan tetapi harus bersumber dari hati yang ikhlas dan kemudian dibuktikan dengan pengamalan dari apa yang dikandung oleh laa Ilaaha Illallah yaitu memurnikan ibadah hanya untuk Allah semata dan menjauhi segala bentuk kesyirikan. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

فَإِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ لاَإِلهَ إِلاّ الله يَبْتَغِي بِذَ لِكَ وَجْهَ اللهِ (متفق عليه)

“Sesungguhnya Allah mengharamkan bagi neraka orang yang mengucapkan laa Ilaaha Illallah dengan mengharap wajah Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Tauhid sebagai syarat utama diterimanya semua amal ibadah

Allah berfirman :

ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (الأنعام : 88)

“Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya. seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-An’aam: 88).

Amalan-amalan ibadah orang musyrik tidak akan diterima oleh Allah dan sebaliknya orang Muwahhid (ahli tauhid) akan diterima oleh Allah amalan ibadahnya.

4. Tauhid merupakan sebab utama dihapuskannya dosa

Hal ini didasarkan kepada firman Allah :

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ  (النساء : 48).

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An-Nisaa’: 48).

5. Orang yang benar-benar merealisasikan tauhid akan masuk jannah (surga) tanpa hisab

Ketika para shahabat bertanya-tanya tentang 70.000 orang dari umat Nabi Muhammad yang masuk Surga tanpa hisab dan tanpa adzab, maka Rasulullah bersabda :

هُمُ الَّذِينَ لاَ يَسْتَرْقُونَ وَلاَ يَكْتَوُونَ وَلاَ يَتَطَيَّرُونَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ ( رواه الترمذي )

“Mereka adalah orang-orang yang tidak minta diruqyah, tidak minta di-kay (pengobatan dengan menggunakan api) dan tidak mengundi nasib dengan burung dan sejenisnya dan mereka bertawakkal hanya kepada Allah.” (HR. At Tirmidzi). Wallahu a’lam. Bersambung insya Allah.

Selanjutnya: Keutamaan Tauhid (bagian 2)

Ikuti update artikel Hisbah di Fans Page Hisbah
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

3,815 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: