LGBT: Sejarah, Hukum, Pencegahan dan Penanggulangannya (2)

Sejarah-Hukum-Pencegahan-dan-Penanggulangannya-Bagian-2.jpg

Pada tulisan sebelumnya, kami telah membahas sejarah singkat asal mula eksistensi LGBT pada peradaban manusia, dan pada tulisan kali ini, Al Hisbah akan memaparkan hukum islam terkait praktek LGBT yang akhir-akhir ini semakin meresahkan orang banyak, bukan hanya kaum muslimin, namun seluruh umat manusia yang masih ingin kebaikan bagi dunia dan menjaganya.

HUKUM LGBT:

Syariat Islam datang untuk menjaga lima perkara utama kehidupan manusia: Menjaga agama, nyawa, keturunan, hak milik, dan akal.  Maka berangkat dari lima hal diatas, syariat memerintahkan apa-apa yang dapat menjaga keberlangsungan lima perkara tersebut dan disaat yang bersamaan juga melarang tegas segala hal dapat merusak lima perkara diatas. Maka jika kita dapat memahami maksud dan tujuan syariat islam ini, maka kita tidak akan heran lagi mengapa misalnya zina itu diharamkan, karena ia dapat merusak keturunan, merusak tatanan kehidupan dan sebagainya. dan begitu pula dengan LGBT, jika zina dengan lawan jenis saja diharamkan, apabila zina LGBT ini yang tidak sesuai dengan fitrah manusia lagi.

Allah Ta’ala berfirman:

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS Al A’raf: 157)

 

Dan tidak syak lagi, bahwa LGBT merupakan hal yang buruk, keji lagi menjijikkan. Namun sebagian pendukung LGBT ini dari para pengusung paham liberal dengan sombongnya berkata: “Sebutkan mana ayat yang mengharamkan lgbt dengan tegas!”, atau seperti perkataan mereka juga: “Jika memang benar kaum luth diazab karena prilaku sodomi mereka, mengapa kaum lgbt jaman ini tidak diazab Allah juga?’’. dan ungkapan-ungkapan semisalnya yang menunjukkan kelemahan daya tangkap nalar dan sempitnya wawasan mereka? Mengapa kita katakan begitu, karena jika mereka sedikit saja pintar memahami fikih dan ushulnya, maka mereka akan menemukan sendiri jawaban atas pertanyaan mereka, bahwa pengharaman suatu perkara datang bukan hanya dengan satu bentuk ungkapan, seperti: “Jangan lakukan itu” atau “Aku larang engkau dari itu”, namun bisa dengan bentuk lain yang bermakna larangan, seperti melarang dengan menyebutkan bahwa perkara tersebut terlaknat, terancam azab, dsbg yang menunjukkan bahwa jikalau perkara tersebut sah-sah saja dan tidak terlarang, mengapa perilaku dan pelakunya sampai dilaknat dan diazab?

Sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Abdullah Al Jadi’ didalam kitabnya Taisir Ilm Ushul Fiqh:

وقال الشيخ عبد الله الجديع في كتابه (تيسير علم أصول الفقه): يستفاد التحريم من صيغ كثيرة مستعملة للدلالة عليه في نصوص الشرع، ومنها:

4ـ ما رتب على فعله عقوبة أو وعيد دنيوي أو أخروي فهو دليل على تحريمه، فمن صوره:

[2] التهديد بالعقاب،

[3] ترتيب اللعنة على الفعل

“Pengharaman dapat diketahui dari beberapa bentuk yang digunakan oleh teks-teks syariat untuk menunjukkan keharamannya, seperti salah satunya:

Apa-apa yang jika dilakukan terkena hukuman atau ancaman didunia ataupun diakhirat, maka hal itu menunjukkan keharamannnya, seperti: Diancam dengan hukuman dan Dilaknat. Begitulah bentuk pengharaman LGBT ini, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Ta’ala tentang perilaku kaum Luth:

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ

إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu? Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. ” (QS Al A’raf: 80-81)

Sehingga Allah Ta’ala menghukum mereka dengan suatu azab yang belum pernah terjadi sebelumnya, sebagaimana perilaku mereka yang belum pernah dilakukan sebelumnya, yaitu Allah Ta’ala mengangkat negeri mereka kemudian menghempasnya kembali dengan membalikkannya, sebagaimana firman-Nya:

فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ

“Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi.” (QS Hud: 82)

 

Dan bahkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam satu hadits sampai melaknat sejumlah tiga kali para pelaku sodomi,

“لعن الله من عمل عمل قوم لوط، لعن الله من عمل عمل قوم لوط، لعن الله من عمل عمل قوم لوط”

“Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum luth 3x”. (HR Ahmad)

Dan beliau juga menyebutkan hukumnya:

وقال: “من وجدتموه يعمل عمل قوم لوط، فاقتلوا الفاعل والمفعول به”.

“Dan apabila kalian mendapatkan orang yang melakukan perbuatan kaum luth, maka hukum matilah pelaku dan objeknya” (HR Abu Dawud dll)

 

Dan pada tulisan selanjutnya, insyaallah Al Hisbah akan membahas tentang pencegahan dari LGBT ini, semoga Allah Ta’ala menjaga kita dan keluarga kita dari kelainan ini.

Muhammad Hadhrami Achmadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: