Maimunah binti al-Harits Mengingkari Salah Seorang Kerabatnya

awal-fto-hhjhj.jpg

Di dalam Siyar A’lam an-Nubala’, karya adz-Dzahabi (2/244) tentang biografi Maimunah binti al-Harits, istri Nabi-shallallahu ‘alaihi wasallam-, disebutkan bahwa salah seorang kerabat Maimunah masuk ke tempatnya. Maimunah mencium bau minuman (dari mulutnya), dia berkata, “Jika kamu tidak keluar menemui kaum Muslimin agar mereka mencambukmu, jangan sekali-kali kamu masuk ke rumahku.”

Beliau di sini menegaskan bahwa jika kerabatnya itu tidak segera meninggalkan perbuatan maksiatnya dan menemui kaum Muslimin agar dikenai hukuman (yaitu di cambuk), maka dia tidak akan dianggap sebagai saudaranya lagi. Sikap ini muncul dari kecemburuannya terhadap agama Allah azza wajalla dan ketegasannya dalam mengingkari  kemungkaran, dan segera setelah terjadinya kemungkaran itu tanpa basa-basi lagi.

Dalam kejadian ini, ada suri tauladan bagi para muslimat yang beriman, dalam beramar ma’ruf dan nahi munkar sebagai pengamalan terhadap al-Qur’an dan as-Sunnah serta mencontoh shahabiyat yang mulia dan salah seorang Ummul Mukminin ini.

Sumber :

“Durus Min Hayati ash-Shahabiyat, Dr. Abdul Hamid as-Suhaibani (ei,hal.74)

Amar Abdullah bin Syakir

 

59 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: