Maksiat: Antara Nikmat Sesaat Dan Akibatnya

Antara-Nikmat-Sesaat-Dan-Akibatnya.jpg

Ibnul Qayyim Al Jauziyyah Rahimahullah mengatakan bahwa dosa dapat memberikan efek pada tubuh, dan efeknya bagi hati seperti efek racun bagi tubuh, dan levelnya bermacam-macam. Juga, apakah ada yang menyebabkan keburukan dan penyakit baik didunia maupun diakhirat selain dari dosa dan maksiat? Lihat, apa yang menyebabkan kedua orangtua kita (Adam & Hawa) dikeluarkan dari surga itu? Dan apapula yang menyebabkan Iblis  dikeluarkan dari golongan malaikat langit, bahkan ia kemudian dilaknat, dan rupa zahir dan batinnya diubah menjadi yang terburuk, yang sebelumnya dekat menjadi jauh, dari surga menjadi neraka, dan dari iman menjadi kufur.

Berkata Fudhail Bin Iyadh Rahimahullah:

بقدر ما يصغر الذنب عندك يعظم عند الله وبقدر ما يعظم عندك يصغر عند الله

Semakin engkau menganggap dosa itu kecil, maka semakin besar pula ia disisi Allah, dan sebaliknya semakin engkau menganggapnya besar, maka ia semakin kecil disisi Allah”.

Akibat Dari Dosa Dan Maksiat

Maksiat memiliki dapak yang buruk, tercela dan negatif bagi hati dan jasmani didunia maupun diakhirat, dan ujung dari semua itu hanya Allah Ta’ala yang mengetahuinya. Berikut beberapa dampak negatif itu:

  • Terhalangnya ilmu, karena ilmu merupakan cahaya yang Allah letakkan dihati, dan maksiat dapat memadamkan cahaya tersebut, sebagaimana Imam Syafi’i berkata kepada seseorang: “Aku melihat Allah Ta’ala telah meletakkan cahaya dihatimu, maka jangan engkau padamkan ia dengan dengan kegelapan maksiat”.
  • Terhalangnya rejeki, didalam hadits disebutkan bahwa seseorang dapat terhalang dari rejeki sebab maksiatnya. Jadi, sebagaimana ketakwaan dapat mengundang rejeki, maksiat juga dapat menghalanginya.
  • Rasa Gelisah didalam hati yang akan dirasakan oleh pelaku maksiat antara dirinya dan Allah Ta’ala, dan rasa tersebut tidaklah dapat dirasakan kecuali oleh orang masih hidup hatinya, karena jasad mati tidak akan merasakan sakit lagi.
  • Sukar Urusannya, sehingga tidaklah ia menghadapi suatu perkara kecuali tersendat dan susah baginya.
  • Kegelapan dihati, hal ini akan dirasakan layaknya merasa gelap dimalam hari, karena ketaatan adalah cahaya, dan maksiat adalah kegelapan.
  • Terhalang dari berbuat ketaatan, jikalau seandainya maksiat tidak memiliki dampak buruk kecuali yang satu ini, maka ini sudah cukup untuk dikatakan hukuman terberat. Sebab pelaku maksiat akan kehilangan banyak kesempatan berbuat ketaatan, sedangkan setiap satu dari ketaatan-ketaatan tersebut adalah lebih baik dari dunia dan seisinya.
  • Maksiat dapat menjadikan pelakunya merasa sepele akan Allah Ta’ala, berkata Imam Hasan Al Bashri Radhiyallahu ‘Anhu: “Mereka sepele terhadap-Nya maka mereka bermaksiat kepadanya, karena jikalau mereka mengangungkan Allah, maka mereka akan dijaga (dari maksiat). Dan orang yang menyepelekan Allah tidak akan ada yang menghormatinya”.
  • Maksiat dapat merusak akal sehat, karena akal memiliki cahaya, dan jika sudah dipadamkan oleh maksiat, maka ia akan melemah dan berkurang, berkata Para Salaf: “Tidaklah seseorang bermaksiat kepada Allah kecuali akan hilang akalnya, dan ini adalah perkara yang jelas, karena jikalau ia menggunakan akalnya, ia tidak akan bermaksiat”.
  • Dosa jika semakin banyak maka akan mempengaruhi sifat orangnya.
  • Maksiat hanya akan mengurangi umur, menghilangkan berkahnya. Karena sebagaimana kebaikan dapat memanjangkan umur, maksiat dapat menguranginya.

Semoga Allah Ta’ala membukakan pintu taubatnya bagi kita dan meneguhkan hati ini diatas ketaatan kepada-Nya.

Sumber: saaid.net

Muhammad Hadhrami Achmadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: