Maksiat Jatuhkan Kehormatan

Untitled-1-1.jpg

Allah SWT berhak memuliakan atau menghinakan siapa saja yang Ia kehendaki dari para hambanya, karena Dia lah yang maha memiliki kemuliaan mutlak. Allah SWT bisa memuliakan seorang budak hitam yang tidak memiliki kedudukan apapun dikalangan manusia menjadi seorang yang mulia seperti halnya sahabat Bilal bin Rabah.

Allah SWT juga bisa menghina-dinakan seorang dari keturunan terhormat dan salah satu tokoh disegani dikalangan manusia seperti halnya Abu Lahab.
Allah SWT berfrman:

وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“…Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Ali-Imran: 26)

Kehormatan diri adalah suatu yang paling berharga dalam kehidupan manusia, bahkan ia lebih berharga dibanding harta dan tahta, bahkan sebagian orang menganggapnya lebih berharga daripada nyawa sekalipun…!!! sebagian orang mempertaruhkan nyawanya demi menjaga martabat dan harga dirinya. Apalah arti harta, jika tak ada harga diri?  Apalah arti tahta jika tanpa kehormatan? Bahkan sebagian orang menganggap nyawanya tak berguna jika hidup dengan kehina-dinaan. Begitu bernilainya suatu harga diri!.

Salah satu faktor terbesar yang mencemari harga diri kita adalah perbuatan maksiat. Perbuatan maksiat tak hanya membuat seorang hamba menanggung dosa kelak di akhirat, tapi ia juga menghinakan seseorang didunia.

Oleh karena itu banyak orang yang melakukan maksiat melakukannya dengan sembunyi-sembunyi untuk tetap menjaga kehormatan dirinya, karena ia tahu bahwa maksiatnya itu membuatnya terhina dan menjatuhkan harga dirinya dimata orang lain. Sebagai contoh; orang yang menggunjing akan selalu berusaha untuk menyembunyikan pembicaraannya dari orang yang digunjingnya, orang yang berdusta akan berusaha menyembunyikan dustanya, orang yang mengintip aurat orang lain akan berusaha menyembunyikan perbuatannya. Itu semua karena maksiat menjatuhkan harga diri seseorang!!!

Ini adalah salah satu hukuman Allah kepada para pelaku maksiat yang Allah dahulukan didunia, yaitu ‘kehinaan’ atau ‘jatuhnya harga diri’!!! hanya saja terkadang kita tidak menyadarinya.

Hukuman ini hanyalah salah satu dari banyak hukuman yang Allah timpakan kepada para pelaku maksiat didunia yang telah disebutkan oleh Imam Ibnul Qayyim dalam kitab ‘Al-Jawabul Kafi.’

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

Diantara hukuman dari perbuatan maksiat adalah jatuhnya harga diri, kehormatan, dan kedudukan baik disisi Allah SWT atau di mata para hambanya. Karena hamba yang paling mulia disisi Allah adalah yang paling bertakwa, dan hamba yang kedudukannya paling dekat dengan Allah adalah yang paling taat.

Kedudukan hamba disisiNya tergantung pada kadar ketaatannya, jika hamba tersebut melanggar perintahnya maka kedudukannya akan jatuh disisi Allah, dan jika sudah demikian maka Allahpun akan menjatuhkannya dihati para hambanya, dan ketika ia sudah tidak memiliki kehormatan apapun di hati manusia, maka mereka akan memperlakukannya sesuai pandangan mereka kepadanya…” (Al-Jawabul Kafi).

Seorang penyair arab berkata:

لعمرك ما الإنسان إلا ابن دينه       #       فلا تترك التقوى اتكالا على النسب

فقد رفع الإسلام سلمان فارس       #       وقد خفض الجهل الوخيـم أبا لـهب

Demi jiwamu, seorang manusia bukanlah siapa-siapa selain anak agamanya,

Maka janganlah engkau meninggalkan ketakwaan dengan mengandalkan keturunan,

Islam telah mengangkat Salman Al-Farisi,

Sedangkan Abu Lahab telah direndakan oleh kebodohannya yang tercela.

Penyusun: Arinal Haq

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

277 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: