Matahari dan Bulan

1-2.jpg

Tabiat yang berbeda menjadi salah satu sebab adanya pertikaian suami istri, yang beberapa faktor menjadikannya sebagai problematika. Di antara mereka ada yang senang tidur dalam suasana gelap dan sangat dingin, ada yang senang dan terburu-buru makan dan minum makanan dan minuman yang hangat, ada pula yang berlainan 180 derajat. Di samping ada perbedaan secara mendasar antara tabiat laki-laki dan perempuan.

Supaya rumah tangga berjalan dengan baik, sangat penting untuk saling menghargai, siap menerima, dn memperhatikan tabiat pendamping hidupnya. Harus bersikap objektif dalam menghadapi pribadi-pribadi yang berbeda yang terkadang kontraproduktif.

Yang cerdas adalah yang tidak menjadikan perbedaan itu sebagai sebab masalah lalu membesar-besarkannya. Anggaplah itu sebagai karunia ilahi demi langgengnya kehidupan berumah tangga. Allah ta’ala berfirman,

وَلَوْ شَاۤءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ اُمَّةً وَّاحِدَةً وَّلَا يَزَالُوْنَ مُخْتَلِفِيْنَۙ

Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia jadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih (pendapat),

اِلَّا مَنْ رَّحِمَ رَبُّكَ ۗوَلِذٰلِكَ خَلَقَهُمْ ۗوَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَاَمْلَـَٔنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ اَجْمَعِيْنَ

kecuali orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat (keputusan) Tuhanmu telah tetap, “Aku pasti akan memenuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.” (Qs. Huud : 118-119)

Ayat ini menjadi kaedah penting dalam hal bergaul dengan orang lain secara umum, khususnya bagi pasangan suami istri. Mengamalkan kandungan ayat ini akan membahagiakan masyarakat.

Salah satu penelitian Amerika menunjukkan bahwa perbedaan tabiat suami istri justru menjadi faktor suksesnya kehidupan rumah tangga. Yang mana adanya sisi kesamaan dan kemiripan pribadi dan kehidupan akan berakibat rasa bosan dan futur terhadap pasangan hidup (www.balagh.com)

Meskipun perbedaan suami dan istri bagaikan matahari dan bulan dari sisi tabiat dan perannya, hanya saja keduanya akan saling melengkapi dan membentuk panggung yang indah untuk alam ini. Semua orang akan bahagia bersama keduanya. Berdasarkan susunan itu kehidupan rumah tangga akan lebih berwarna, meskipun terkadang perbedaan antara keduanya  begitu menonjol. Saling memberi warna dan melengkapi antara keduanya adalah jaminan eksisnya hubungan rumah tangga keduanya, hingga mereka bahagia dan membahagiakan orang sekitarnya.(www.woman.islammessege.com)

 

Wallahu A’lam

Sumber :

Dinukil dari “ Tis’un Wa Tis’una Fikrah li Hayah Zaujiyah Sa’idah”, karya : Dr. Musyabbab bin Fahd al-Ashimi (ei, hal. 143-144)

Amar Abdullah bin Syakir

 

89 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: