Melakukan Segala Hal Selain Zina

Soal :

Apa hukum seorang lelaki mencium seorang wanita dan melakukan segala hal dengannya selain zina. Dan, apa kafarat hal tersebut ? Sebagaimana pula kami berharap kepada syaikh kiranya berkenan memberikan arahan dan bimbingan kepada kami tentang buku-buku yang terkait persoalan tersebut, karena banyak dari kalangan pemuda di kampung kami tersangkut masalah tersebut. Dan yang menjadi maksudku adalah nantinya aku dapat memberikan nasehat kepada mereka, karenanya berilah kami faidah. Semoga Allah memberikan balasan kepada anda dengan balasan yang sebaik-baiknya, dan semoga pula anda mendapat pertolongan Allah dalam menyebarkan dakwah Nabi kita Muhammad ﷺ.

Jawab :

Tindakan ini, yang Anda sebutkan, wahai penanya, merupakan perbuatan haram karena Allah ﷺ berfirman

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (5) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (6) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (7)

Dan orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Tetapi barangsiapa mencari di balik itu (zina, dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas (Qs. Al Mukminun : 5-7)

Dan, Dia  ﷺ  berfirman

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk (Qs. Al Isra’ : 32)

Renungkanlah firmannya, وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا Dan janganlah kamu mendekati zina. Dia ﷺ tidak berfirman وَلَا تَزْنُوْا janganlah kamu berzina. Hal ini karena ungkapan tersebut وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا mencakup pula segala hal yang akan dapat menjadi sebab dan wasilah yang mengantarkan kepada perbuatan zina. Dan, tindakan yang dilakukan si lelaki ini (terhadap si perempuan yang dimaksud, yakni berupa menciuminya dan hal lainnya) merupakan zina tangan dengan memegang, dan termasuk zina mata dengan melihat, termasuk zina kaki dengan berjalan. Maka, ini haram hukumnya atas mereka (lelaki dan perempuan yang dimaksud), dan mereka (keduanya) harus bertaubat dari tindakan tersebut. Dan, wajib atas waliyul amri memberi hukuman ta’zir terhadap mereka dan menertibkan mereka dengan suatu tindakan yang bakal membuat mereka dan orang-orang semisal mereka menjadi jera, dan diupayakan pula agar ada hal yang menghalangi mereka dari kembali melakukan perbuatan maksiat yang sama atau serupa. Dan tidaklah Rasulullah ﷺ mengharamkan tindakan berkhalwah (menyendir) dengan wanita asing kecuali karena takut dari hal ini dan yang semisalnya.

Karenanya, Anda -semoga Allah memberikan taufik kepada Anda- nasehatilah mereka ! dan peringatkan mereka dari hal ini.

Adapun mengenai buku-buku yang menyebutkan persoalan ini, maka kitab-kitab tafsir, kitab-kitab hadis, kitab-kitab fikih, semuanya -segala puji bagi Allah- menyebutkan secara gamblang akan keharaman tindakan seperti ini, bahwa tindakan-tindakan seperti ini tidak boleh dan tidak halal.

 

Sumber :

Fatawa Nur ‘Ala ad-Darb, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, Ma-hukmu Fii Ar Rajuli Yuqabbilu Al Mar-ata Wa Ya’malu Bi-haa Kulla Sya-in Maa ‘Adaa Az Zina Wa Maa Kaffaratu Dzalika, 13/36-37)

Amar Abdullah bin Syakir

Artikel: www.hisbah.net
Ikuti update artikel kami di Hisbah.net
Youtube: HisbahTV
Instagram: Hisbahnet dan Al Hisbah Bogor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *