Membiasakan Anak Untuk Shalat

Anak-shalat-jamaah-bw.jpg

Sebuah petuah arab mengatakan:

الأم المدرسة الأولى

“Seorang ibu adalah madrasah pertama”

Ya, sekolah yang pertama dan utama bagi seorang anak, darinya seorang anak mengetahui dan mengerti hal-hal dasar. Namun satu hal juga yang kita sepakati, berhasil atau tidaknya mendidik murid tergantung dari kualitas sang gurunya, maka dalam hal ini, kualitas keibuanlah yang sangat berpengaruh akan suksesnya pendidikan anak.

Mengajarkan anak-anak untuk menegakkan shalat meskipun mereka belum memasuki usia baligh adalah sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah Shalallahu’Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda:

( مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرٍ ، وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ )

“Perintahkan anak-anak kalian untuk shalat sejak usia mereka tujuh tahun, dan beri pukulan jika mereka sudah berumur sepuluh tahun, dan pisahkan ranjang mereka”. (HR Abu Dawud & Ahmad)

Dan menimbulkan rasa cinta akan shalat pada diri anak-anak adalah dengan memberikan pengertian kepada mereka, agar melaksanakannya dengan penuh cinta karena menegakkan tiang agama dan tiada rasa terpaksa karena merasa disibukkan, berikut beberapa tips Al Hisbah:

1. Shalat Adalah Perintah Pencipta Kita

Kita hidup karena ada yang menciptakan, maka sepantasnya kita harus menuruti setiap kata dari pencipta kita, sebagai bentuk ketaatan kepada-Nya dan ungkapan rasa syukur telah diberikan oleh-Nya kehidupan yang sempurna ini, Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (QS Taha: 14)

2. Shalat 5 Waktu Adalah Hasil Perjuangan Nabi Kita

Ceritakan kepada anak kita kisah Isra’ Mi’raj Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam, yang mana pada awalnya kita diwajibkan untuk shalat 50 waktu, namun karena kasih sayang Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam kepada umatnya, maka beliau dengan saran Nabi Musa ‘Alaihissalam naik turun kembali menghadap Allah Ta’ala hingga akhirnya jumlah shalat hanya 5 waktu saja, namun pahalanya setara dengan shalat 50 waktu.

Maka, kita sebagai umat beliau, patut berbangga dengan jerih payahnya beliau, dan menghidupkan shalat 5 lima waktu setiap harinya karena kita adalah umat yang beliau perjuangkan diatas langit sana.

3. Shalat Adalah Tiang Agama

Agar bangunan kuat dan kokoh, bukan hanya harus memiliki tiang pondasi, namun juga harus kuat, maka sebagai persiapan untuk si anak menghadapi setiap episode dari kehidupannya di masa depannya, maka ajarkan ia untuk menguatkan tiang kerohaniannya, yaitu shalat sebagai tiang Islam.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامُ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ، وَحَجُّ الْبَيْتِ، وَصَوْمُ رَمَضَانَ. (رواه البخاري ومسلم)

“Islam dibangun diatas lima hal: Bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah Ta’ala, dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, dan menegakkan shalat, menunaikan zakat, haji ke baitullah, dan puasa Ramadhan”. (HR Bukhari-Muslim)

4. Shalat Adalah Pembeda

Jika ingin dikatakan sebagai muslim sejati, pakai jagalah shalat. Shalat bukan hanya sebagai pembeda antara muslim dan kafir, namun juga antara mukmin dan munafik yang mengaku-ngaku muslim namun menyepelekan urusan agama.

Maka dari itu, dengan membiasakan anak untuk mencintai shalat sejak dini, yang Insyaallah kedepannya ia akan menjaga sendiri, maka sebagai orangtua kita sudah berupaya melindungi anak kita dari jatuh kepada liang kemunafikan dari beranggapan nanti didewasanya bahwa agama hanya pelengkap dikolom identitas.

Dan tidak tanggung-tanggung, ancaman bagi kaum munafikin bukan hanya dimasukkan ke dalam neraka, namun ditempatkan didasar kerak api neraka, Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka”. (QS An Nisaa: 145)

5. Shalat Adalah Amalan yang Pertama Kali di Hisab

Mari pahamkan kepada anak, bahwa shalat memiliki pertanggungjawaban yang berat di akhirat kelak, yang mana ia merupakan amalan yang pertama kali di hisab di akhirat kelak, jika seorang anak muslim lulus pada perkara shalat ini, maka kemudian perkara lainnya Insyaallah menjadi lebih mulus urusannya.

Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

( إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ)

“Sesungguhnya yang pertama kali ditanyakan dari seseorang hamba dari amalannya pada hari kiamat adalah shalatnya, yang mana apabila shalatnya bagus, maka ia akan beruntung dan dimudahkan, dan apabila shalatnya buruk, maka habislah harapan dan merugi”. (HR Abu Dawud dll)

6. Shalat Adalah Benteng Pertahanan

Jika anda mengaku menyayangi anak anda, maka jaga shalatnya, mengapa? Karena shalatlah yang kelak menjaga anak anda jika suatu hari ia tidak berada didekat anda lagi, ketika ia jauh, merantau, hidup sendiri, atau bergaul bersama teman-teman diluar, siapa yang menjamin bahwa ia akan kuat menahan dirinya dari maksiat dan hal-hal buruk lainnya? Maka shalat adalah jawabannya, Allah Ta’ala berfirman:

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS Al Ankabut: 45)

Terakhir, sebagai orang tua, hal yang paling diidamkan adalah memiliki anak saleh dan solehah  yang akan berbakti selama anda hidup dan mendoakan anda kelak sepeninggal anda. Maka, untuk mendapatkan itu semua tidak semudah membalikkan telapak tangan atau mencopas tulisan, namun dengan keseriusan dan perhatian, anak anda hanya akan mencontoh apa yang anda lakukan bukan yang anda katakan, maka dari mulailah menjaga shalat dari diri anda sebagai suami istri, dan tunjukkan efek positifnya kepada anak, dan ajak mereka shalat bersama-sama, dengan begitulah berhasil Insyaallah apa yang anda dambakan.

Muhammad Hadhrami Achmadi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: