Membuang Sampah Sembarangan: Kemungkaran Pengundang Bencana

lelah-1.jpg

Menjaga kebersihan, jauh sebelum perkara ini dijadikan peraturan publik, dia adalah pesan yang dibawa oleh Islam. Islam yang rahmatan lil alamin sangat memperhatikan kebersihan pemeluknya, maka lihat bagaimana terdapat banyak syari’at yang dibarengi kebersihan sebagai syarat sah, seperti berwudhu sebelum shalat, mandi wajib, bersiwak untuk menjaga bau mulut, mencuci benda yang terkena najis, hingga anjuran untuk memakai minyak wangi.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:

الطُّهُوْرُ شَطْرُ اْلإِيْمَانِ

Kesucian sebahagian dari Iman”. (HR Muslim)

Maka, ketika kemudian menjaga kebersihan dibuat sebagai aturan dan kebijakan publik, harusnya kaum muslimin semakin memperdulikannya, karena hal itu menjadikannya gotong royong dalam kebaikan, yaitu termasuk ke dalam ayat :

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَاب

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS Al Maidah: 2)

Dan masuk ke kategori menta’ati pemimpin dalam hal ma’ruf, Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri (pemimpin) di antara kamu.” (QS An Nisaa:59)

Oleh karenanya, larangan membuang sampah sembarangan, anjuran memperhatikan lingkungan, gotong royong membersihkan lingkungan dan lain sebagainya jangan lagi dianggap sekedar kebijakan publik, namun justru hal itu merupakan tuntutan agama.
Maka seseorang yang agamis haruslah semakin berperan aktif di lingkungannya dengan menegakkan risalah Amar Makruf Nahi Munkar, menyeru kepada yang makruf dengan menjaga kebersihan, dan nahi munkar dengan saling ingat-mengingatkan dan menegur siapa saja yang lalai melanggar aturan. Mengapa?karena tugas Amar Makruf Nahi Munkar adalah menjaga keseimbangan perkara dunia dan akhirat, ketika suatu komunitas saling membiarkan perilaku tidak baik dipraktekkan diantara mereka, maka bersiaplah bahwa semuanya akan ikut terkena getahnya, seperti wabah penyakit menular dan banjir yang disebabkan kebiasaan membuah sampah ke aliran air oleh sebagian, semua rumah terendam, baik yang melakukan perilaku buruk ataupun yang padahal telah menjaga kebersihan. Persis seperti yang Allah Ta’ala firmankan:

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya”. (QS Al Anfal: 25)

Terakhir, berikut makna dari Amar Makruf Nahi Munkar, berkata Syaikh Abdul Aziz Ath Tharifi:

الأمر بالمعروف يجلب الخير، والنهي عن المنكر يدفع الشر، وهما كفتا ميزان العدل، فإذا نقص أحدهما اختل الحق وظهر الظلم في الدين والدنيا.

“Amar Makruf untuk mendatangkan kebaikan, dan Nahi Mungkar untuk menolak keburukan. Keduanya adalah dua sisi timbangan keadilan, sehingga jika salah satunya hilang, maka yang terjadi adalah melemahnya kebenaran, dan merebaknya kezaliman, baik pada urusan akhirat, maupun urusan dunia”.

Mari bersama-sama kita saling menjaga, karena lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan kewajiban satu-dua pihak tertentu saja.

 

Ustadz : Hadromi Lc

72 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: