Menangkal Atau Melawan Sihir Lewat Dukun, Bolehkah?

MENANGKAL-ATAU-MELAWAN-SIHIR-LEWAT-DUKUN-BOLEHKAH.jpg

Sejatinya secara umum orang-orang islam mengetahui dan setuju bahwa yang dinamakan sihir itu haram dan dilarang oleh agama, seperti santet, pelet, guna-guna san Sebagainya, juga pelakunya yaitunya dukun, paranormal, peramal dan seterusnya, dan orang yang meminta pertolongan kepada mereka.

Namun ada satu permasalahan, yaitu ketika mereka dihadapkan dalam posisi sebagai korban, seperti disihir dengan cara di santet, dipelet, dsbg. Jika korban tersebut memiliki wawasan yang mendalam tentang islam, tentu ia akan berobat kepada ahli ruqyah, diobati dengan bacaan Al Qur’an dan Doa-doa. Namun jika yang bersangkutan cukup awam dalam permasalahan ini, ketika ia tidak mendapatkan hasil dari berobat secara medis, maka ia memilih jalan pintas, yaitu meminta pertolongan dari dukun untuk menghilangkan penyakit anehnya, atau dalam artian untuk melawan sihir yang menyerangnya.

Jadi, apa hukum yang demikian? Meminta obat dari dukun yang notabene mengobati sihir dengan sihir? Berikut penjelasannya:

1 – SEMUA PENYAKIT ADA OBATNYA

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

إنَّ اللهَ لَمْ يَنْزِلْ دَاءً إِلاَّ وَأَنْزَل لَهُ دَوَاءً، جَهِلَهُ مَنْ جَهِلَهُ وَعَلِمَهُ مَنْ عَلِمَهُ

Sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan pula obatnya bersamanya. (Hanya saja) tidak mengetahui orang yang tidak mengetahuinya dan mengetahui orang yang mengetahuinya.” (HR. Ahmad 1/377, 413 dan 453. Dan hadits ini dishahihkan dalam Ash-Shahihah no. 451)

2 – AL QUR’AN ADALAH OBAT

Allah Ta’ala berfirman:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

“Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (al-Israa: 82)

3 – MENDATANGI DUKUN ADALAH DOSA BESAR DAN BERPOTENSI KUFUR

Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam:

(من أتى عرافاً أو كاهناً فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد صلى الله عليه وسلم)

Barangsiapa yang mendatangi peramal atau dukun, kemudian mempercayai apa yang mereka katakan, maka sungguh ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam”. (HR Ahmad dll)

 

Maka, dari penjelasan diatas, kita dapatkan kesimpulan bahwa segala penyakit ada obatnya, hanya saja kita yang belum maksimal dalam rangka mendapatkannya. Kemudian apabila penyakit tersebut berasal dari sihir, maka Al Qur’an adalah obat termajur baginya, yaitu dengan cara ruqyah. Terakhir, sihir adalah amalan sesat yang dilarang oleh agama, dan sangat diperangi, segala hal yang berhubungan dengan sihir apapun namanya maka terlarang, jadi bagaimana mungkin kita berharap Allah Ta’ala menyembuhkan penyakit kita dengan perantara sesuatu yang diharamkan-Nya?

Adapun, permasalahan apabila dengan ruqyah juga tidak sembuh juga, maka yang seharusnya dilakukan adalah tidak berputus asa dan terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah Ta’ala, karena peyakit adalah cobaan dari-Nya, maka diri-Nya pula yang sanggup untuk mengangkatnya.

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ﴿٢﴾وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

 

Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” [At-Thalaq/65 : 2-3]

Dan atas kasih sayang-Nya pula, apabila seseorang yang ditimpa penyakit itu bersabar dan bertawakkal, maka penyakit tersebut menjadi pelebur dosa-dosanya yang telah berlalu, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلَّا حَطَّ اللَّهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya.” [HR. Bukhari dan Muslim]

 

Maka, pandanglah segala sesuatu dari sudut yang lebih luas, maka akan engkau dapati hikmah disetiap hal, dan semakin engkau dapat memahaminya, semakin engkau sadar bahwa rahmat Allah begitu luas, dan kita lah yang terlalu tergesa-gesa dan mudah berputus asa.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: