Mencari Informasi Ghoib Melalui Cangkir Kopi

Yaitu upaya mengungkapkan perkara gaib dengan cara mengamati dan melihat gambar atau bentuk yang digambar oleh riak (gelombang) air kopi dalam cangkir setelah menyeruputnya. Cara seperti ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan ilmu atau kebenaran atau bahkan tidak memiliki kebenaran apa pun. Semuanya hanyalah kebatilan, khayalan, dan prasangka serta rangkaian kata-kata kosong yang dihafal oleh pembaca gerakan cangkir. Dengan itu, mereka menipu dan memperdayai manusia rendah yang memiliki iman yang sedikit kepada Allah ta’ala. Apabila kita perhatikan dengan seksama kalimat-kalimat yang dibaca, maka akan kita dapati bahwa itu hanyalah kata-kata kosong yang biasa terdengar oleh kita, bisa ditakwilkan kepada lebih dari satu makna.

Di samping hal itu juga sesuai dengan kebanyakan kondisi manusia. Akan tetapi, ada satu hal yang harus kita singgung dan kita akui bahwa apa yang dikatakan (ketika sedang membaca cangkir) dalam sebagian kondisi dan sangat jarang terjadi, adalah ucapan benar, tetapi kebenaran yang bagaimana ? Terkadang ia mengabarkan tentang masalah-masalah yang terjadi pada masa lampau atau sesuatu yang diketahui oleh peminum kopi atau hal-hal yang tidak ia ketahui, tetapi terjadi secara periodik bersamaan dengan pembacaan pada cangkir, lantas bagaimana menafsirkan hal ini ? Sebenarnya sedikit dari pembaca cangkir yang memiliki ketajaman rohani dan kemampuan membaca pikiran seseorang. Jika ia melihat garis-garis atau gambar di cangkir akibat tenggelam dan tercampurnya kopi dalam dasar cangkir, pada saat itu ia berhasil memusatkan pikiran dan insilakh sementara tentang benda-benda indrawi, pemusatan pikiran dan insilakh ini membantu mereka dalam membaca pikiran korban.

Pada situasi tertentu dan sangat jarang, seorang pembaca nasib melalui cangkir ini memiliki indera yang sangat peka, bisa jadi ia mengalami kilatan mata sehingga bisa memandang benda-benda yang jauh darinya yang tidak bisa dilihat oleh indera seperti biasa. Inilah tafsiran dari sebagian kebenaran yang mungkin terjadi dalam “ramalan” sedikit sekali dari ahli pembaca cangkir. Akan tetapi, apa manfaatnya ? Karena hasil maksimal yang bisa dicapai oleh pembaca cangkir yang paling kuat sekalipun hanyalah membaca pikiran atau melihat sesuatu yang terjadi (realita). Yang paling penting di sini, kami tunjukkan bahwa pembaca cangkir tidak mengerti apa yang ia lakukan, atau bagaimana ia berhasil membaca pikiran atau menerawang. Dengan begitu tetap saja ilmu ghaib hanya kekhususan dari Rabb semesta alam yang berfirman,

أَمْ عِنْدَهُمُ الْغَيْبُ فَهُمْ يَكْتُبُونَ

 Apakah ada pada sisi mereka pengetahuan tentang yang ghaib lalu mereka menuliskannya. “ (Qs. Ath-Thuur : 41)   

Wallahu A’lam

Sumber :

“As-Sihru wa As-Sahrah min Minzhar al-Qur’an wa AsSunnah”, Dr. Ibrahim Kamal Adham, ei, hal. 259-260


Amar Abdullah bin Syakir

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *