Mendulang Berkah dalam Aktifitas yang Diberkahi

mendulang.jpg

Mengonsumsi makanan ataupun minuman-meskipun seteguk air saja- pada waktu sahur (akhir malam menjelang terbit fajar) merupakan aktifitas yang mengandung keberkahan,

Nabi  bersabda,

تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِي السَّحُوْرِ بَرَكَةً

Sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam “sahur” itu terdapat keberkahan (HR. Al-Bukhari, no. 1923). Dalam riwayat lain,

تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِى السُّحُوْرِ بَرَكَةً

Sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam “suhur” (santap makanan di waktu sahur) itu terdapat keberkahan (HR. Muslim, no.2603).

Oleh karena itu, tidak sepatutnya aktivitas ini terlewatkan. Karena, ini adalah aktifitas yang diberkahi. Bahkan, aktifitas ini berada di waktu yang penuh berkah pula. Maka, mari kita terus dulang keberkahannya. Bagaimana caranya ?

1 Akhirkanlah pelaksanaannya dan lakukanlah secara bersama-sama

عَنْ أَنَسٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ تَسَحَّرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالسَّحُوْرِ قَالَ قَدْرُ خَمْسِيْنَ آيَةً

Anas (bin Malik) meriwayatkan dari Zaed bin Tsabit y, ia berkata, kami (para sahabat) pernah santap sahur bersama Nabi  (setelah selesai) kemudian beliau bangkit untuk mengerjakan shalat (Subuh), aku (yakni, Anas bin Malik) bertanya (kepada Zaed bin Tsabit) ,”berapa lama rentang waktu antara (dikumandangkannya) Azan dan proses santap sahur selesai ? Ia (Zaed) menjawab,” sekitar (lamanya dibacakan) 50 ayat  (HR. Al-Bukhari, no. 1921). Dalam riwayat lain,

قَدْرُ خَمْسِينَ أَوْ سِتِّينَ يَعْنِي آيَةً ,” sekitar (lamanya dibacakan) 50 atau 60, yakni, ayat (HR. Al-Bukhari, no. 575)

2 Banyaklah Berdoa, Meminta dan Beristighfar kepada Allah azza wajalla

Nabi bersabda,

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ اْلآخِرِ، فَيَقُوْلُ: مَنْ يَدْعُوْنِي فَأَسْتَجِيْبَ لَهُ، وَمَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ.

Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun pada setiap malam ke langit dunia ketika tinggal sepertiga malam, seraya menyeru: ‘Siapa yang berdo’a kepada-Ku, maka Aku memperkenankan do’anya, siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku memberinya, dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, maka Aku mengampuninya.” (HR. Al-Bukhari, no. 7494 dan Muslim, no. 758 )

Oleh karena itu, sibukkanlah diri Anda kala itu dengan banyak berdoa, meminta dan beristigfar, jangan Anda sibukkan diri Anda dengan menonton acara televisi yang justru akan menyibukkan Anda dari hal yang mulia ini. Raihlah kemuliaan dan derajat yang tinggi di sisi-Nya dengan melakukan amalan orang-orang yang bertakwa,

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ [الذاريات : 18]

Dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah) (Qs. Adz-Dzariyat : 18)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: